lintaspasundan.com, CIAMIS. Menjelang operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Badan Gizi Nasional (BGN) Koordinator Kabupaten Ciamis menggelar pelatihan penjamah makanan dan penyedia makanan di Aula BKPSDM Ciamis. Jum’at, (27/3/2026).
Koordinator BGN Ciamis, Eggy Arman, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan tahapan krusial sebelum SPPG resmi beroperasi.
Saat ini, pelaksanaan program masih menyesuaikan masa libur hingga 30 Maret 2026, dengan jadwal pelatihan lanjutan dimulai pada 31 Maret mendatang.
“SPPG yang akan operasional sudah ditunjuk, termasuk kepala SPPG-nya. Saat ini tinggal menunggu waktu pelaksanaan, sehingga kami bekali para petugas dengan pelatihan agar memahami penanganan makanan serta standar sanitasi yang harus dipenuhi,” ujarnya.
Sebanyak delapan SPPG, di antaranya dari wilayah Panawangan, Panumbangan, Pamarican, Sadananya, Kawali, Cipaku, dan Jatinagara.
Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Kesehatan serta puskesmas setempat guna memastikan seluruh proses memenuhi standar kesehatan yang berlaku.
Tak kurang dari 220 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan menyeluruh, mulai dari teknik pengolahan makanan yang higienis hingga prosedur uji kelayakan makanan sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Eggy juga mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 105 unit telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sementara sekitar 145 unit lainnya masih dalam proses, khususnya pada tahap pengujian laboratorium.
“Pengujian dilakukan secara menyeluruh, meliputi nasi, sayuran, protein hewani, air, hingga kondisi relawan dan peralatan memasak. Semua harus memenuhi standar yang telah ditetapkan. Jika hasil uji belum memenuhi syarat, maka akan dilakukan pengujian ulang,” jelasnya.
BACA JUGA: DKKC Ciamis Terima Kunjungan Pansus DPRD Jabar
Ia menambahkan, kualitas air menjadi salah satu faktor paling krusial dalam proses tersebut. Untuk meminimalisir potensi kegagalan dalam uji laboratorium, pihaknya mendorong penggunaan air galon isi ulang yang telah bersertifikasi, dibandingkan dengan sumber air sumur.
“Air menjadi komponen yang paling rawan. Karena itu, kami upayakan penggunaan air galon bersertifikasi agar lebih aman dan mengurangi risiko tidak lolos uji,” tambahnya.
Setelah seluruh tahapan terpenuhi, makanan yang diproduksi di dapur SPPG akan langsung diuji dari hasil masakan yang benar-benar akan didistribusikan, bukan sekadar uji coba semata.
BACA JUGA: Jumsih Perkuat Budaya Bersih di Lingkungan Ciamis
Melalui pelatihan intensif dan pengujian berlapis ini, BGN Ciamis berharap seluruh SPPG dapat beroperasi dengan standar keamanan pangan yang tinggi.
Dengan demikian, program pemenuhan gizi bagi masyarakat dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. (ES)
Jelang Operasional, 8 SPPG di Ciamis Ikuti Pelatihan
RELATED ARTICLES
