lintaspasundan.com. BERITA CIAMIS. Bupati Ciamis, Dr. H menegaskan, perlindungan anak menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Ciamis di tengah meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual, khususnya terhadap anak dan perempuan.
Pernyataan itu disampaikan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Ciamis Tahun 2026, di Aula Adipati Angganaya Bapperida Ciamis, Senin (30/3/2026).
Berdasarkan data tahun 2025, tercatat sebanyak 83 kasus kekerasan, dengan rincian 50 kasus menimpa anak-anak dan 33 kasus terjadi pada perempuan. Angka ini menjadi sinyal serius, tidak bisa diabaikan oleh semua pihak.
“Ini harus menjadi perhatian kita bersama. Perlindungan anak bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujar Herdiat.
Ia menekankan pentingnya memberikan perhatian lebih terhadap anak perempuan karena lebih rentan menjadi korban. Selain itu, Herdiat mengingatkan bahwa dampak kekerasan seksual tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis jangka panjang yang membutuhkan penanganan serius.
“Yang harus benar-benar kita pulihkan adalah kondisi psikologis korban. Ini yang sering kali luput dari perhatian,” tegasnya.
Menurutnya, penanganan kasus kekerasan terhadap anak tidak dapat dilakukan secara parsial, namun dengan sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga sebagai lingkungan terdekat anak.
“Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan oleh salah satu pihak saja. Semua harus bergerak bersama dan saling menguatkan,” katanya.
Baca juga : Rakor Disdik Ciamis Linta OPD Matangkan Program Makan Bergizi Gratis
Herdiat menyoroti pesatnya perkembangan media sosial yang perlu disikapi secara bijak. Tanpa pengawasan dan edukasi tepat, media sosial dinilai dapat menjadi salah satu faktor pemicu perilaku menyimpang.
Oleh karena itu, ia mendorong penguatan edukasi kepada masyarakat, khususnya kepada orang tua dan anak-anak, agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi digital.
Selain penanganan, langkah pencegahan juga menjadi fokus utama melalui edukasi berkelanjutan, pengawasan, serta penguatan nilai-nilai moral di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Pemkab Ciamis berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya perlindungan anak melalui sinergi lintas sektor, sehingga kasus kekerasan dapat ditekan dan tidak terus berulang.
“Ini bukan hanya soal angka, tetapi menyangkut masa depan generasi kita. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindunginya,” pungkasnya. (ES)
