BerandaBerita CiamisDugaan Pungli di Jembatan Cirahong Ciamis, Pemdes Tegaskan Sukarela

Dugaan Pungli di Jembatan Cirahong Ciamis, Pemdes Tegaskan Sukarela

lintaspasundan.com. BERITA CIAMIS. Dugaan pungutan liar (pungli) di kawasan Jembatan Cirahong, Kabupaten Ciamis, yang sempat viral di media sosial akhirnya mendapat klarifikasi.

Pemerintah Desa Pawindan menegaskan bahwa aktivitas warga di lokasi tersebut merupakan bentuk partisipasi sukarela demi menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Kepala Desa Pawindan, Ahmad Kartoyo, menjelaskan bahwa keberadaan warga yang berjaga di sekitar Jembatan Cirahong bukan untuk melakukan pungutan, melainkan membantu mengatur arus kendaraan, terutama saat terjadi lonjakan volume lalu lintas seperti pada momen arus mudik Idulfitri.

Menurutnya, kondisi Jembatan Cirahong yang sempit serta berada di area tebing menjadikannya rawan kecelakaan.

Oleh karena itu, pengaturan lalu lintas secara bergantian dari dua arah dinilai penting untuk menghindari kemacetan dan risiko kecelakaan.

“Tidak ada unsur paksaan. Warga hanya membantu mengamankan jalur agar kendaraan dari arah Ciamis maupun Tasikmalaya dapat melintas dengan aman dan tertib,” ujar Kartoyo, Sabtu (4/4/2026).

Ia menegaskan, tidak ada tarif resmi yang ditetapkan kepada pengguna jalan. Apabila ada pemberian uang atau rokok dari pengendara, hal tersebut murni atas dasar sukarela.

Dana yang terkumpul, lanjutnya, umumnya digunakan untuk kebutuhan operasional penjagaan serta perbaikan sederhana di sekitar jembatan, seperti pembelian material untuk memperbaiki akses jalan yang masih berupa tanah.

Pengamanan di lokasi tersebut dilakukan secara gotong royong oleh warga Desa Pawindan dan masyarakat sekitar.

Sistem penjagaan diterapkan secara bergiliran, dengan satu hingga dua orang berjaga dalam beberapa shift dari pagi hingga sore hari.

Selain membantu kelancaran lalu lintas, keberadaan penjaga juga dinilai memberi dampak sosial positif.

Warga menyebut kehadiran mereka turut meningkatkan rasa aman serta mencegah potensi tindak kriminal hingga kejadian tidak diinginkan, seperti upaya bunuh diri yang pernah terjadi di kawasan tersebut.

Kartoyo juga menyampaikan permohonan maaf apabila aktivitas penjagaan itu dianggap mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Ia menekankan bahwa tujuan utama warga adalah menjaga keselamatan bersama, bukan untuk mencari keuntungan pribadi.

Di sisi lain, seorang pengguna jalan, Ceu Edoh, mengaku merasa terbantu dengan adanya penjaga di Jembatan Cirahong

Ia yang kerap melintasi jalur tersebut menilai kehadiran warga justru memberikan rasa aman, terutama saat kondisi jalan ramai atau cuaca kurang bersahabat.

“Saya merasa lebih nyaman karena ada yang mengatur dan menjaga. Kalau memberi uang, itu juga atas dasar ikhlas, tidak pernah ada paksaan,” ungkapnya.

Baca Juga : Tirta Winaya Ciamis Wisata Keluarga Murah dan Nyaman

Ia menambahkan, pengguna jalan tetap dapat melintas tanpa hambatan meskipun tidak memberikan apa pun kepada penjaga.

Pemerintah desa berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan persepsi publik sekaligus menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama di kawasan Jembatan Cirahong, Ciamis. (ES)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments