lintaspasundan.com. BERITA CIAMIS. Viral dugaan pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong, Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis, berujung pada penghentian penjagaan di lokasi tersebut. Namun di tengah kondisi hujan dan minim penerangan, situasi justru memunculkan kekhawatiran baru bagi para pengguna jalan.
Sejak Sabtu (4/4/2026) siang, tidak ada lagi warga yang berjaga untuk mengatur arus lalu lintas di jembatan penghubung Ciamis–Tasikmalaya tersebut.
Sejumlah petugas kepolisian sempat disiagakan, namun penjagaan hanya berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 WIB.
Pantauan Minggu (5/4/2026) petang, suasana jembatan tampak gelap, sepi, dan licin akibat guyuran hujan.
Tanpa pengaturan lalu lintas, kendaraan dari dua arah melintas bersamaan, meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di bagian tengah jembatan yang sempit.
Sejumlah pengendara terlihat berhati-hati saat melintas.
Bahkan, beberapa di antaranya sempat berhenti di pintu masuk jembatan, seolah masih terbiasa dengan kondisi sebelumnya saat ada penjaga.
Hendra, seorang penjual makanan yang kerap melintasi jalur tersebut, mengaku kondisi saat ini justru lebih mengkhawatirkan dibanding sebelumnya.
“Sekarang jujur lebih takut. Jalannya licin karena hujan, gelap, dan tidak ada yang mengatur. Kalau berpapasan di tengah jembatan itu rawan sekali,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan penjaga sebelumnya sangat membantu pengendara, terutama dalam mengatur arus kendaraan agar tidak saling bertabrakan.
“DDulu walaupun harus kasih uang kecil, tapi ada rasa aman. Sekarang malah bingung sendiri saat lewat, apalagi kalau malam,” katanya.
Hendra berharap ada langkah cepat dari pihak terkait agar kondisi ini tidak berlarut-larut.
“Kalau memang mau ditertibkan atau ada tindakan, ya mohon segera. Jangan sampai dibiarkan seperti ini, karena yang lewat setiap hari ini masyarakat biasa yang butuh rasa aman,” tegasnya.
Senada, warga Pawindan, Ahmad Himawan, menyebut ketiadaan penjaga membuat kondisi jembatan semakin berisiko, terutama saat hujan.
“Sekarang tidak ada yang jaga, mungkin karena dampak viral. Padahal sebelumnya banyak yang merasa terbantu. Kalau berpapasan itu berbahaya, apalagi saat hujan dan licin,” katanya.
Ia berharap pemerintah segera menghadirkan solusi konkret, seperti penempatan petugas resmi atau pemasangan rambu lalu lintas.
“Kalau memang dihentikan, harus ada solusi. Ini jalur penting bagi warga Ciamis dan Tasikmalaya,” tambahnya.
Baca Juga : Dishub Jabar Siapkan Sistem Lampu Lalu Lintas Modern di Jembatan Cirahong Untuk Atasi Kemacetan
Sementara itu, Kepala Desa Pawindan, Ahmad Kartoyo, membenarkan bahwa sejak Sabtu siang tidak ada lagi warga yang berjaga di lokasi jembatan sebagai respons atas situasi yang berkembang.
“Betul, sejak kemarin sudah tidak ada yang berjaga. Kami tidak ingin ada persoalan di kemudian hari,” ungkapnya.
Namun ia mengakui, kondisi di lapangan kini menjadi perhatian serius, terutama terkait keselamatan pengguna jalan.
“Jika malam kondisinya gelap, sepi, dan tidak ada aktivitas. Ini tentu menjadi perhatian kami,” katanya
Pemerintah desa, lanjut Kartoyo, tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik, baik melalui penempatan petugas resmi, peningkatan penerangan, maupun pemasangan rambu lalu lintas.
“Yang jelas, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas,” pungkasnya. (ES)
