lintaspasundan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, menggelar peringatan hari ulang tahun (milangkala) desa untuk kedua kalinya secara resmi selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, 4–5 April 2026.
Kegiatan ini menjadi momen bersejarah bagi masyarakat karena baru dilaksanakan dua kali sejak terbentuknya pemerintahan desa.
Acara berlangsung khidmat di Aula Kantor Desa Saguling dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari aparatur pemerintahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga setempat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke situs-situs bersejarah serta makam para leluhur yang memiliki peran penting dalam perjalanan panjang Desa Saguling.
Secara historis, Desa Saguling diyakini telah ada sejak abad ke-15, tepatnya pada 23 Maret 1480. Namun secara administratif, pemerintahan desa baru terbentuk pada 23 Maret 1931.
Dengan demikian, pada tahun 2026 ini usia pemerintahan Desa Saguling telah mencapai 95 tahun.
Kepala Desa Saguling, Otong Sutarman, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya milangkala perdana ini.
Ia menilai kegiatan tersebut sebagai tonggak penting dalam sejarah desa yang selama ini belum pernah diperingati secara resmi.
“Kalau bicara sejarah, Desa Saguling ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Namun secara pemerintahan, baru sekarang kita bisa memperingatinya. Alhamdulillah, ini menjadi awal yang baik untuk mengenang jasa para leluhur,” ujar Otong. Minggu, (5/4/2026).
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat nilai-nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan kerukunan antarwarga sebagai fondasi utama dalam membangun desa yang lebih maju dan mandiri.
“Kami ingin Desa Saguling terus berkembang, masyarakatnya sejahtera, lingkungannya aman, nyaman, dan tentram. Semua itu hanya bisa terwujud jika masyarakat dan pemerintah desa berjalan seiring,” tegasnya.
Kegiatan milangkala diawali dengan dzikir dan doa bersama yang diikuti oleh seluruh elemen masyarakat. Suasana penuh kekhidmatan terasa saat peserta bersama-sama memanjatkan doa demi keberkahan dan kemajuan desa.
Selain itu, salah satu sesepuh desa dalam sambutannya mengingatkan bahwa peringatan hari jadi ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu yang telah membangun desa dengan penuh pengorbanan.
“Para leluhur kita dahulu berjuang bukan karena jabatan atau imbalan, tetapi karena kecintaan terhadap kampung halamannya. Nilai itu yang harus kita jaga dan teladani,” ungkapnya.
Pesan serupa juga disampaikan terkait pentingnya menjaga budaya lokal, seperti gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari identitas masyarakat desa.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa juga mengajak masyarakat untuk turut mengawal penggunaan Dana Desa agar transparan dan tepat sasaran, sehingga dapat mencegah potensi konflik sosial di masa mendatang.
“Dana Desa bukan milik segelintir pihak, melainkan hak seluruh masyarakat. Karena itu, penggunaannya harus terbuka dan melalui musyawarah bersama,” jelasnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, dengan harapan Desa Saguling senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari berbagai musibah, serta mampu berkembang menjadi desa yang maju secara fisik, kuat secara sosial, dan kokoh secara spiritual.
BACA JUGA: Kareeut Rasa, Wajit Ketan Ciamis yang Tembus Pasar Luar Daerah
Peringatan milangkala perdana ini menjadi bukti bahwa sejarah dan budaya memiliki peran penting dalam pembangunan desa. Tidak hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan nilai-nilai kebersamaan dan identitas lokal menjadi kunci menuju masa depan desa yang lebih baik.
Dengan dimulainya tradisi peringatan hari jadi ini, masyarakat Desa Saguling diharapkan tidak melupakan akar sejarahnya, sekaligus menjadikan momentum tersebut sebagai pijakan untuk mewujudkan desa yang mandiri, adil, dan berdaya saing. (ES)
