lintaspasundan.com, BERITA CIAMIS. Upaya meningkatkan keterampilan masyarakat terus digencarkan oleh PKBM Motekar Ciamis melalui pelatihan barista yang digelar pada Sabtu (11/4/2026). Program ini menjadi langkah konkret dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap terjun ke dunia kerja, khususnya di sektor industri kopi yang kian berkembang.
Kegiatan pelatihan ini terselenggara berkat kolaborasi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Ciamis, dengan fokus pada penguatan keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan. Mengusung semangat kemandirian dan daya saing, pelatihan ini menyasar generasi muda agar memiliki bekal kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Acara pembukaan dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan pendidikan. Perwakilan pemerintah desa setempat menilai pelatihan ini sebagai peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis keterampilan. Menurutnya, industri kopi saat ini tidak hanya soal minuman, tetapi juga membuka ruang usaha baru yang menjanjikan.
Dari sisi pendidikan, peran PKBM dinilai semakin penting dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan dunia kerja. Pendidikan nonformal seperti ini dianggap mampu menghadirkan solusi alternatif bagi warga belajar yang ingin meningkatkan kapasitas diri tanpa harus melalui jalur pendidikan formal.
Apresiasi juga datang dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis yang melihat pelatihan barista sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif. Program semacam ini dinilai mampu mencetak individu yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga berpotensi menjadi pelaku usaha mandiri.
Peserta pelatihan mendapatkan materi langsung dari instruktur berpengalaman, mulai dari teknik dasar meracik kopi hingga pemahaman tentang pelayanan pelanggan. Pendekatan praktik menjadi fokus utama agar peserta benar-benar menguasai keterampilan yang diajarkan.
Kepala Seksi Peserta Didik Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Atik Sugiarti,S.Sos, menegaskan, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang dalam membangun kemandirian warga belajar. Ia berharap para peserta mampu memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk membuka peluang usaha maupun bekerja di sektor terkait.
Selain itu, ia juga menyampaikan selain PKBM Motekar ada 30 PKBM yang juga melaksanakan pelatihan. “Sehubungan dengan efisiensi, maka tahun ini hanya 30 PKBM, sisanya dianggarkan tahun,” ujarnya.
Dikatakan Atik, program pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Inovasi menjadi kunci agar lembaga pendidikan nonformal tetap relevan dan berdampak nyata.
Sebagai bentuk dukungan terhadap proses belajar, peserta menerima bantuan perlengkapan yang diharapkan dapat menunjang kegiatan mereka selama pelatihan berlangsung. Hal ini sekaligus menjadi motivasi tambahan agar peserta lebih serius mengikuti setiap sesi.
Pelatihan ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar ilmu yang didapatkan dapat menjadi bekal berharga bagi peserta dalam menata masa depan yang lebih mandiri dan produktif. (BS)
