lintaspasundan.com. BERITA CIAMIS. Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Siliwangi menggelar kegiatan Eco Care bertema implementasi program FKIP-Edu dalam pemberdayaan masyarakat di Kantor Kecamatan Sindangkasih, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah, khususnya sampah organik, agar dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai seperti eco enzim.
Camat Sindangkasih, Amin Mabruri, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang dinilai mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab persoalan lingkungan yang semakin kompleks.
Ia menegaskan bahwa persoalan sampah kini menjadi isu strategis, tidak hanya di tingkat regional tetapi juga global. Menurutnya, setiap rumah tangga menghasilkan sampah sekitar 0,7 hingga 1 kilogram per hari.
“Kalau di Sindangkasih jumlah penduduknya sekitar 56 ribu, artinya potensi sampah bisa mencapai puluhan ton per hari. Jika tidak dikelola dengan baik, ini bisa menjadi bencana yang disebabkan oleh perilaku manusia sendiri,” ujarnya.
Amin menambahkan, sampah rumah tangga terdiri dari sampah organik dan anorganik. Melalui kegiatan seperti Eco Care, masyarakat didorong untuk mulai memanfaatkan sampah organik, baik dari rumah tangga maupun aktivitas ekonomi seperti pasar dan dapur umum.
Ia juga menyoroti meningkatnya produksi sampah dari berbagai kegiatan, termasuk dapur program pemberian gizi yang melayani ribuan penerima manfaat di wilayah tersebut. Menurutnya, tanpa pengelolaan yang tepat, volume sampah akan terus meningkat dan berpotensi mencemari lingkungan.
“Jangan hanya mengandalkan petugas. Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Kalau dilakukan bersama-sama dengan gotong royong, beban akan lebih ringan,” katanya.
Selain itu, ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sampah organik menjadi eco enzim yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomis.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Ihsan Rizqulloh, mengatakan bahwa Eco Care merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan keterampilan kepada masyarakat agar mampu mengelola sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti eco enzim,” jelasnya.
Baca Juga : WFH ASN Ciamis Berlaku Tiap Jumat Pemkab Tegaskan Pelayanan Publik Tetap Optimal
Ia berharap melalui sosialisasi tersebut, masyarakat tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ihsan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, termasuk pemerintah kecamatan dan instansi terkait.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” pungkasnya. (DN)
