lintaspasundan.com, BERITA CIAMIS. Suasana kegiatan Jumat Bersih di kawasan Jembatan Cirahong, Jumat pagi (17/4/2026), mendadak berubah tegang. Di tengah aktivitas gotong royong warga, ASN Kecamatan Ciamis dan relawan, seorang ODGJ bernama Ipong (Irpan Permana) seorang warga yang berdomisili di sekitar Jembatan Cirahong/Panyingkiran akhirnya dievakuasi.
Ipong dievakuasi oleh petugas gabungan dari Satpol PP Kabupaten Ciamis, Puskesmas Ciamis, petugas kepolisian dan Babinsa.
Sosok Ipong kerap disebut warga sebagai “manusia setengah dewa” karena perilakunya yang unik dan penuh misteri, selama ini memang menjadi figur yang tak terpisahkan dari Jembatan Cirahong. Namun dalam beberapa waktu terakhir, kondisinya dinilai semakin mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan dirinya sendiri maupun pengguna jalan.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Ipong sempat menolak saat akan diamankan oleh petugas gabungan dari aparat, tenaga kesehatan, serta relawan sosial yang tengah mengikuti kegiatan Jumat Bersih. Upaya persuasif dilakukan cukup lama sebelum akhirnya petugas mengambil tindakan tegas dengan memborgol Ipong demi keamanan bersama.
Kepala Satpol PP, R. Ega Anggara Al Kautsar memimpin langsung proses evakuasi Ipong bersama pasukan Satpol PP. Tak butuh waktu lama, evakuasi berjalan lancar.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut tampak haru sekaligus lega. Selama ini, banyak yang merasa simpati terhadap kehidupan Ipong, namun juga khawatir dengan kondisi mentalnya yang kian tidak stabil.
“Sebetulnya kasihan, dia sudah lama di sini. Tapi memang harus ditangani supaya lebih baik,” ujar Engkon salah seorang warga yang membantu pemulihan Ipong.
Setelah berhasil diamankan, Ipong kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan ambulance menuju RSUD Kawali untuk mendapatkan penanganan medis dan rehabilitasi lebih lanjut. Petugas memastikan langkah ini diambil demi keselamatan Ipong dan masyarakat sekitar.

Kegiatan Jumat Bersih sendiri tetap dilanjutkan setelah proses evakuasi selesai. Para peserta kembali fokus membersihkan area jembatan yang merupakan salah satu ikon bersejarah di Kabupaten Ciamis tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa penanganan ODGJ membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Di balik kisah Ipong yang penuh lika-liku, tersimpan harapan agar ia bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan manusiawi ke depannya. (BS)
