lintaspasundan.com. BERITA BANJAR. Perebutan kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa Kota Banjar periode 2026–2031 memasuki fase krusial. Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Aula Toserba Pajajaran, Sabtu (18/4/2026), belum menghasilkan keputusan final dan hanya menetapkan empat nama kandidat.
Sorotan mengarah pada masuknya Supriana ke dalam bursa calon ketua. Ia akan bersaing dengan tiga kandidat lainnya, termasuk petahana Gun Gun Gunawan Abdul Jawad, dalam proses seleksi lanjutan yang sepenuhnya menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
Muscab tersebut dihadiri sejumlah elite partai, di antaranya Idham Arsyad, Rina Saadah dari Daerah Pemilihan Jawa Barat X, serta perwakilan DPW PKB Jawa Barat. Kehadiran mereka menegaskan bahwa arah kepemimpinan DPC PKB Kota Banjar kini berada dalam kendali pusat.
Ketua DPC PKB Kota Banjar, Gun Gun Gunawan Abdul Jawad, menjelaskan bahwa Muscab hanya berfungsi sebagai forum penjaringan dan pengusulan nama kandidat.
“Muscab hanya mengusulkan empat nama. Selanjutnya seluruh proses berada di DPP melalui uji kelayakan dan kepatutan,” ujar Gun Gun.
Adapun empat nama yang direkomendasikan yakni Gun Gun Gunawan Abdul Jawad (petahana), Supriana, Annur, serta Jamaludin Al Ghoni.
Dengan demikian, Muscab menjadi pintu awal dalam proses penentuan kepemimpinan. Penetapan ketua DPC akan diputuskan melalui mekanisme fit and proper test oleh DPP PKB dalam waktu dekat.
“Penetapan ketua DPC sepenuhnya kewenangan DPP. Setelah uji kelayakan dan kepatutan, hasilnya akan diumumkan,” tambahnya.
Di tengah dinamika internal yang semakin menguat, Supriana memilih bersikap tenang. Ia membenarkan pencalonannya sebagai bagian dari instruksi partai.
“Betul. Ini instruksi partai. Saya mengikuti saja prosesnya,” ucapnya singkat.
Baca Juga : Dukung Ayesha Putri Ciamis, di Grand Final Bintang Nada 2026
Ia juga menyampaikan bahwa komunikasi dengan DPW dan DPP terus dilakukan sebagai bagian dari tahapan politik yang berjalan.
Masuknya figur eksekutif aktif dalam bursa calon ketua DPC menambah dinamika persaingan. Di satu sisi, petahana masih memiliki kekuatan basis. Di sisi lain, kehadiran nama baru membuka peluang perubahan arah kepemimpinan.
Kini, seluruh proses berlanjut di tingkat pusat. Empat nama telah diusulkan, satu posisi diperebutkan. Keputusan akhir tinggal menunggu hasil penilaian DPP PKB yang akan menentukan siapa yang dinilai paling layak memimpin PKB Kota Banjar lima tahun ke depan. ( 𝙀𝙎).
