lintaspasundan.com. BERITA.CIAMIS.,-Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menggelar Job Fair 2026 sebagai upaya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menekan angka pengangguran di Kabupaten Ciamis.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Ciamis, Dase Fadlil Yusdy Mubaraq, menegaskan bahwa penyelenggaraan Job Fair merupakan bagian dari implementasi visi dan misi pemerintah daerah dalam menciptakan lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Menurutnya Job Fair tidak hanya menjadi sarana mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM yang kompetitif dan siap bersaing di dunia kerja. Kamis ( 5/6/2027).“Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kita juga harus mampu menurunkan angka pengangguran melalui berbagai program yang konkret, salah satunya melalui Job Fair ini,” ujarnya. Pada pelaksanaan tahun ini, Job Fair menghadirkan 22 perusahaan dengan total 5.449 lowongan pekerjaan yang tersedia bagi para pencari kerja.
Perusahaan peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Ciamis, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Majalengka, Bandung, dan Bogor.Dase menyebutkan, keterlibatan perusahaan dari berbagai daerah menunjukkan semakin luasnya peluang kerja yang dapat diakses masyarakat Ciamis.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pencari kerja sesuai dengan kompetensi dan kemampuan yang dimiliki.“Kami berharap masyarakat Ciamis antusias mengikuti kegiatan ini. Kesempatan kerja yang tersedia cukup banyak dan berasal dari berbagai sektor.
Tinggal bagaimana para pencari kerja menyesuaikan dengan kompetensi dan kemampuan yang dimiliki,” katanya.Selain menghadirkan perusahaan dalam negeri, Job Fair Ciamis 2026 juga melibatkan sejumlah Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang membuka peluang kerja ke luar negeri.Beberapa negara tujuan yang ditawarkan antara lain Hong Kong dan sejumlah negara lainnya yang membutuhkan tenaga kerja asal Indonesia.
Kehadiran perusahaan penempatan tenaga kerja luar negeri dinilai menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin memperluas peluang karier hingga ke tingkat internasional.Meski demikian, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dan memastikan seluruh proses dilakukan melalui jalur resmi.
Pencari kerja juga diminta memilih perusahaan yang memiliki izin operasional dan legalitas yang jelas guna menghindari potensi penipuan atau praktik penempatan tenaga kerja ilegal.
Saat ditanya mengenai kondisi pengangguran di Kabupaten Ciamis, Dase menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat menyampaikan angka terbaru tanpa merujuk pada data resmi yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurutnya, perhitungan tingkat pengangguran merupakan kewenangan lembaga statistik nasional sehingga seluruh pihak harus mengacu pada data yang telah dipublikasikan secara resmi.“Untuk angka pastinya tentu harus mengacu pada data yang telah dipublikasikan secara resmi.
Perhitungannya berada di domain Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga dapat dilihat berdasarkan data yang diterbitkan oleh BPS,” jelasnya.Tingginya minat masyarakat terhadap peluang kerja terlihat dari meningkatnya jumlah pemohon kartu kuning atau AK-1 di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Ciamis.Peningkatan tersebut terutama terjadi setelah musim kelulusan SMA dan sederajat.
Kondisi ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi lowongan kerja dan peluang karier yang lebih luas.Melalui penyelenggaraan Job Fair 2026, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap dapat memperluas akses kesempatan kerja, meningkatkan kualitas SDM, serta mendorong penurunan angka pengangguran secara berkelanjutan di daerah.( ES).
