BerandaBerita CiamisH. Wahyu Durian Kujang, Sapa Warga Cihaurbeuti

H. Wahyu Durian Kujang, Sapa Warga Cihaurbeuti

lintaspasundan.com, BERITA CIAMIS. Sore itu di Dusun Nanggerang Desa Sukasetia Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis tidak sepenuhnya biasa. Udara masih menyimpan sisa dingin sisa hujan, tetapi di beberapa sudut kampung, ada sesuatu yang menghangatkan suasana: langkah-langkah kecil yang membawa kepedulian.

Di antara jalan desa yang sederhana, H. Raden Wahyu datang bukan sebagai pengusaha, melainkan sebagai tetangga yang mengetuk pintu dengan senyum dan sebungkus harapan.

Namanya dikenal lewat usaha Durian Kujang, buah berduri dengan rasa legit yang telah mengantarkannya pada keberhasilan. Namun bagi sebagian warga Cihaurbeuti, H. Wahyu bukan sekadar pemilik usaha. Ia adalah sosok yang tak lupa jalan pulang, ke masyarakat yang dulu menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Hari Jumat, 10 April 2026, ia memilih merayakan rezekinya dengan cara sederhana: membagikan paket sembako kepada lima keluarga yang benar-benar membutuhkan. Tidak ada panggung, tidak ada seremoni berlebihan. Hanya langkah kaki dari rumah ke rumah, memastikan bantuan itu sampai langsung ke tangan yang tepat.

Di salah satu rumah, seorang ibu Kartini menyambut dengan mata berkaca-kaca. Dapur kecil di sudut rumahnya mungkin tak selalu penuh, tetapi sore itu ada tambahan bahan makanan yang cukup untuk beberapa hari ke depan. “Alhamdulillah, terimakasih,” ucapnya pelan, seolah kata itu sudah cukup mewakili rasa syukur yang tak bisa dijelaskan panjang lebar.

H. Raden Wahyu tampak tak banyak bicara. Baginya, berbagi bukan soal seberapa besar yang diberikan, melainkan seberapa tulus niatnya. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur, atas usaha yang terus berjalan, atas dukungan banyak pihak, termasuk relasi bisnis yang turut menopang perjalanannya.

“Rezeki itu tidak pernah benar-benar milik kita sendiri,” ujarnya singkat. “Ada hak orang lain di dalamnya.”

Kalimat itu sederhana, tetapi terasa nyata dalam langkah-langkah yang ia ambil hari itu. Ia tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga menyempatkan diri berbincang, mendengar cerita, dan merasakan langsung denyut kehidupan warga.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen yang ia sebut sebagai “Jumat Berkah” sebuah rutinitas berbagi yang ingin terus ia jaga. Bukan sekadar program, tetapi semacam pengingat bahwa di tengah kesibukan usaha, ada tanggung jawab sosial yang tak boleh diabaikan.

Di Dusun Nanggerang Desa Sukasetia Kecamatan Cihaurbeuti, aksi kecil seperti ini mungkin tidak mengubah dunia. Namun bagi lima keluarga yang menerima bantuan, dampaknya terasa nyata: dapur yang kembali mengepul, hati yang kembali hangat, dan keyakinan bahwa masih ada yang peduli.

Dari kebun durian hingga ke pintu-pintu rumah warga, perjalanan H. Wahyu hari itu menyampaikan satu pesan sederhana, bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang seberapa tinggi kita naik, tetapi seberapa dalam kita tetap membumi.

Dan di desa kecil itu, sore yang dingin pun terasa sedikit lebih hangat. Meskipun ada salah satu penerima manfaat yang berdoa minta segera mati. (BS)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments