BerandaBerita CiamisPosyandu Ciamis Bertransformasi, Fokus Perkuat 6 SPM

Posyandu Ciamis Bertransformasi, Fokus Perkuat 6 SPM

lintaspasundan.com, BERITA CIAMIS. Kabupaten Ciamis terus memperkuat transformasi pelayanan masyarakat berbasis Posyandu. Tidak lagi hanya identik dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak, Posyandu kini diarahkan menjadi pusat pelayanan terpadu masyarakat melalui implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Komitmen tersebut ditunjukkan saat Ketua TP Posyandu Kabupaten Ciamis, Kania Ernawati Herdiat mengikuti Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat secara virtual dari Ruang Vidcon Setda Kabupaten Ciamis, Selasa (19/05/2026).

Rakor yang mengusung tema “Optimalisasi Peran Tim Pembina Posyandu dalam Akselerasi Posyandu Istimewa dengan 6 Bidang SPM di Jawa Barat” tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan dan pendampingan kelembagaan Posyandu, sekaligus mempercepat implementasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu.

Kegiatan itu turut melibatkan lintas perangkat daerah strategis, mulai dari unsur DPMDes, Bappeda, BPKAD hingga para Ketua Bidang 6 SPM Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.

Ketua TP Posyandu Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti menegaskan, transformasi Posyandu harus mampu menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat melalui implementasi enam bidang SPM.

Menurutnya, pendataan SPM menjadi fondasi utama dalam optimalisasi dan revitalisasi Posyandu di daerah.

“Posyandu harus menjadi ruang pelayanan masyarakat yang aktif, adaptif, dan terintegrasi. Karena itu, diperlukan penguatan kebijakan, sosialisasi, dan keterlibatan semua pihak agar pelayanan dasar benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPMDesa Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi menilai transformasi Posyandu bukan hanya penguatan kelembagaan, tetapi juga upaya menghidupkan kembali semangat gotong royong yang mulai terkikis.

Ia menjelaskan, implementasi enam SPM merupakan tanggung jawab bersama seluruh perangkat daerah karena menyangkut pelayanan dasar wajib pemerintah kepada masyarakat.

“Ini menjadi tantangan bersama bagaimana seluruh perangkat daerah dapat terlibat langsung, baik dalam kegiatan maupun dukungan penganggaran, meskipun di luar tugas pokok dan fungsi masing-masing,” ungkapnya.

Ade menambahkan, rakor tersebut menjadi bagian penting dalam merumuskan penguatan peran perangkat daerah dalam pembinaan Posyandu, termasuk sebagai landasan penyusunan rancangan regulasi terkait pembinaan penyelenggaraan pemerintahan desa.

Di Kabupaten Ciamis, keikutsertaan aktif TP Posyandu dalam forum strategis tingkat provinsi tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin terintegrasi, responsif, dan menyentuh kebutuhan masyarakat hingga tingkat desa.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat menilai transformasi Posyandu melalui pendekatan enam SPM menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelayanan dasar masyarakat secara menyeluruh.

Ia berharap Posyandu ke depan mampu menjadi pusat kolaborasi lintas sektor yang tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek pendidikan, sosial, ketenteraman, perumahan hingga perlindungan masyarakat.

BACA JUGA: FLS3N 2026, Ratusan Siswa Tampilkan Kreativitas Seni dan Sastra

“Posyandu harus terus berkembang menjadi ruang pelayanan masyarakat yang lebih luas, lebih aktif, dan lebih dekat dengan kebutuhan warga. Karena itu, kolaborasi semua sektor menjadi kunci agar pelayanan benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.

Melalui penguatan kelembagaan dan sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis optimistis Posyandu akan semakin berperan sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat berbasis gotong royong di tingkat desa dan kelurahan. (𝙀𝙎)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments