lintaspasundan.com, BERITA CIAMIS. Pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah persoalan kesehatan dan gizi berkembang lebih jauh.
Karena itu, pelayanan Posyandu tidak cukup hanya dipandang sebagai kegiatan rutin, tetapi perlu menjadi pintu awal untuk mengenali kondisi balita dan memastikan mereka mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.
Hal tersebut menjadi perhatian RSUD Ciamis dalam kegiatan monitoring pelayanan Posyandu di Posyandu Melati, Jalan Ciptomangunkusumo 003/023, Lingkungan Desa Kolot, Pakuncen, Ciamis, Senin (24/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi lintas sektor dalam memastikan pelayanan kesehatan balita berjalan sesuai standar, termasuk pemberian Vitamin A pada periode Agustus 2026.
Direktur RSUD Ciamis, dr. Bayu Yudiawan, mengatakan pemantauan kesehatan anak harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak menunggu sampai anak mengalami gangguan kesehatan.
“Pemantauan tumbuh kembang anak harus dilakukan sejak dini. Posyandu memiliki peran yang sangat penting karena menjadi tempat pertama masyarakat mendapatkan pelayanan dan pemantauan kesehatan balita secara rutin,” ujar dr. Bayu.
Menurutnya, keberadaan Posyandu memberikan kesempatan bagi keluarga untuk mengetahui kondisi anak secara berkala. Hasil pemantauan tersebut juga dapat menjadi informasi awal apabila terdapat kondisi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.
Posyandu Jadi Pintu Awal Deteksi DiniPosyandu memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan rutin, kader bersama tenaga kesehatan dapat memantau pertumbuhan balita sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua.
Pemantauan berat badan, tinggi atau panjang badan, status gizi serta perkembangan anak menjadi bagian penting dalam melihat kondisi balita secara menyeluruh.
Jika terdapat tanda-tanda yang perlu mendapat perhatian, anak dapat diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut melalui fasilitas pelayanan kesehatan.
“Pemberian Vitamin A bukan hanya kegiatan rutin, tetapi bagian dari upaya menjaga kesehatan anak. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana pertumbuhan dan perkembangan anak terus dipantau, sehingga apabila ada tanda-tanda yang perlu mendapat perhatian, bisa segera ditindaklanjuti,” kata dr. Bayu.
Menurutnya, pola seperti itu perlu terus diperkuat agar persoalan kesehatan anak dapat diketahui sedini mungkin. Jangan Tunggu Anak Sakitdr. Bayu juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam membawa anak ke Posyandu secara rutin.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan anak sebaiknya tidak dilakukan hanya ketika anak sedang sakit. Pemantauan berkala diperlukan untuk mengetahui apakah pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan sesuai tahapan.
“Kami mendorong orang tua untuk aktif membawa anak ke Posyandu. Jangan menunggu anak sakit baru mendapatkan pemeriksaan. Dengan pemantauan secara rutin, kondisi anak bisa diketahui lebih awal dan bila diperlukan dapat segera mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan,” ujarnya.
Kehadiran orang tua juga membantu memastikan berbagai catatan pertumbuhan anak dapat terus diperbarui. Data tersebut dapat menjadi bahan penting bagi tenaga kesehatan apabila anak membutuhkan pemeriksaan atau intervensi lebih lanjut.
Vitamin A Jadi Bagian dari Upaya PencegahanDalam kegiatan monitoring tersebut, pemberian Vitamin A kepada balita menjadi salah satu layanan yang mendapat perhatian.Pemberian Vitamin A dilakukan secara berkala, termasuk pada bulan Februari dan Agustus.
Pelaksanaannya perlu dipastikan tepat sasaran agar balita yang menjadi kelompok penerima memperoleh layanan sesuai ketentuan. Selain pemberian Vitamin A, keluarga juga perlu mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya makanan bergizi, pemantauan pertumbuhan, kebersihan, pola asuh dan pemeriksaan kesehatan anak.
Dengan demikian, upaya menjaga kesehatan balita tidak berhenti pada satu jenis pelayanan, tetapi dilakukan melalui rangkaian tindakan yang saling mendukung.
RSUD Ciamis Perkuat Rantai Pelayanan Keterlibatan RSUD Ciamis dalam monitoring Posyandu menjadi bagian dari penguatan hubungan antara pelayanan kesehatan di masyarakat dengan fasilitas rujukan.
Posyandu berada di tingkat paling dekat dengan keluarga. Ketika ditemukan kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, anak dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan.
Karena itu, koordinasi antara kader Posyandu, tenaga kesehatan, puskesmas, rumah sakit dan keluarga perlu berjalan dengan baik.
“RSUD Ciamis tentu tidak bisa bekerja sendiri. Perlu ada kesinambungan antara Posyandu, kader, puskesmas, rumah sakit dan keluarga. Ketika ditemukan masalah dalam tumbuh kembang anak, koordinasi dan rujukan harus berjalan dengan baik agar anak mendapatkan penanganan sesuai kebutuhannya,” tutur dr. Bayu.
Sinergi tersebut menjadi penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting dan persoalan gizi lainnya.Deteksi Dini Harus Menjadi KebiasaanUpaya pencegahan tidak harus menunggu persoalan kesehatan muncul dalam kondisi berat.
Deteksi dini memungkinkan keluarga dan tenaga kesehatan mengambil langkah lebih cepat berdasarkan kondisi anak. Karena itu, Posyandu perlu terus diperkuat bukan hanya sebagai tempat pelayanan rutin, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan pemantauan kesehatan keluarga.
Kader memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami informasi kesehatan, sementara orang tua menjadi pihak utama yang memastikan pemantauan dilakukan secara konsisten.
“Pencegahan stunting dan masalah gizi harus dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Pemantauan pertumbuhan, pemenuhan gizi, pemberian Vitamin A dan edukasi kepada orang tua merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan anak tumbuh sehat dan optimal,” jelas dr. Bayu.
Kolaborasi Jadi KunciMonitoring pelayanan Posyandu tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan Posyandu melalui penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Kegiatan melibatkan unsur terkait, termasuk Tim Pembina Posyandu, kader dan pengelola Posyandu.Kolaborasi lintas sektor menjadi penting karena kesehatan anak tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja.
Ada peran keluarga, kader, tenaga kesehatan, pemerintah daerah hingga fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui kerja bersama tersebut, setiap temuan di lapangan diharapkan dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
RSUD Ciamis mendorong agar kesadaran masyarakat terhadap pemantauan tumbuh kembang anak terus meningkat. Kunjungan rutin ke Posyandu, pemenuhan gizi, pemberian Vitamin A dan pemeriksaan kesehatan menjadi bagian dari langkah sederhana yang memiliki dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.
Baca Juga : Posyandu PAUD Petirhilir Dapat Laptop dari Asep Rahmat
Dengan deteksi lebih awal dan pelayanan yang saling terhubung, upaya menjaga kesehatan anak diharapkan dapat dilakukan sebelum persoalan berkembang menjadi lebih serius.
Pada akhirnya, menjaga tumbuh kembang anak bukan hanya tentang menangani penyakit ketika muncul. Lebih jauh, hal itu merupakan upaya bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan tumbuh sehat, berkembang optimal dan memiliki masa depan yang lebih baik. (ES)

[…] Baca Juga : RSUD Ciamis Dorong Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Anak […]