BerandaBerita CiamisBupati Ciamis Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Bupati Ciamis Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

lintaspasundan.com, BERITA.CIAMIS.- Pemerintah Kabupaten Ciamis menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla untuk menghadapi musim kemarau 2026.

Kebijakan ini menjadi dasar bagi seluruh perangkat daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat koordinasi, dan menyiapkan penanganan dampak kekeringan di wilayah Ciamis.

Status siaga tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Ciamis Nomor 300.2/Kpts.314-Huk/Tahun 2026.

Keputusan itu diterbitkan sebagai tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana kekeringan dan Karhutla pada musim kemarau 2026.

Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya mengatakan penetapan status siaga merupakan langkah mitigasi agar pemerintah siap sebelum kondisi berkembang menjadi bencana luas. Rabu (8/7/2026).

“Ini merupakan langkah antisipasi. Pemerintah harus siap lebih dulu sehingga ketika ada wilayah mulai mengalami kekeringan, penanganannya bisa dilakukan cepat,” kata Herdiat.

Menurut Herdiat, kekeringan dapat mengurangi ketersediaan air bersih, mengganggu pertanian, meningkatkan risiko kebakaran lahan, dan memengaruhi kesehatan warga.

Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah diminta menjalankan langkah kesiapsiagaan sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing.

BPBD Ciamis diarahkan meningkatkan kesiapan personel, logistik, serta peralatan untuk mendukung respons cepat apabila terjadi kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan.

Dinas teknis juga diminta memantau sumber air, termasuk debit mata air dan jaringan penyediaan air bersih di wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.

Pemerintah kecamatan dan desa diminta meningkatkan pemantauan pada daerah yang selama ini rawan mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Laporan dari desa menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah untuk menentukan kebutuhan dan mempercepat distribusi bantuan air bersih kepada masyarakat.

“Koordinasi harus berjalan sampai tingkat desa. Informasi dari lapangan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah penanganan,” ujarnya.

Pada sektor pertanian, Pemkab Ciamis mendorong penyesuaian pola tanam dan penggunaan teknologi irigasi yang lebih hemat air.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga produktivitas pertanian sekaligus mengurangi risiko kerugian petani akibat musim kemarau berkepanjangan.

Baca Juga : Arisha Raih Emas Atlet Ciamis Lolos akejurnas Fespati

Bupati Herdiat juga mengajak masyarakat menghemat penggunaan air bersih dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan.

Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan Karhutla membutuhkan peran bersama pemerintah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.

Surat Edaran Gubernur Jawa Barat turut menginstruksikan penguatan koordinasi lintas sektor, penyediaan air bersih, konservasi sumber daya air, edukasi publik, dan patroli Karhutla. (ES)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments