lintaspasundan.com. BERITA CIAMIS.,- Tokoh agama sekaligus pengasuh majelis keislaman dan pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, KH Fadlil Yani Ainusyamsi atau yang akrab disapa Ang Icep, mengajak masyarakat untuk kembali mengedepankan sikap husnuzhan atau berbaik sangka dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kondisi sosial saat ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang mudah curiga dan terburu-buru menilai seseorang tanpa melakukan tabayyun atau mencari kejelasan terlebih dahulu.
Ia menilai derasnya arus informasi di era digital membuat masyarakat mudah terpengaruh oleh kabar yang belum tentu benar. Akibatnya, muncul prasangka, fitnah, hingga perpecahan yang dapat merusak hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Husnuzhan itu sangat penting dalam kehidupan. Jangan sedikit-sedikit curiga kepada orang lain tanpa tabayyun terlebih dahulu. Islam mengajarkan kita untuk mencari kejelasan sebelum menyimpulkan sesuatu,” ujarnya Jumat (29/5/2026).
Dalam penjelasannya, Ang Icep menerangkan bahwa husnuzhan merupakan sikap berprasangka baik atau berpikir positif yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam karena mampu menghadirkan ketenangan dan mempererat ukhuwah atau persaudaraan.
Ia menyebut terdapat tiga bentuk husnuzhan yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, husnuzhan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya berprasangka baik kepada Allah adalah bagian dari ibadah yang baik kepada-Nya.” (HR Tirmidzi).
Kedua, husnuzhan kepada sesama manusia, yakni memandang orang lain secara positif terkait niat, ucapan, maupun perbuatannya serta menjauhi sikap suudzan atau prasangka buruk.
Ketiga, husnuzhan kepada diri sendiri, yaitu memiliki keyakinan untuk terus berkembang, bangkit dari kegagalan, dan tidak mudah putus asa dalam menjalani kehidupan.
Ang Icep menegaskan, sikap saling curiga tanpa dasar yang jelas dapat menimbulkan fitnah dan merusak ukhuwah antar sesama. Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam menerima informasi, terutama yang beredar di media sosial.
“Sekarang ini banyak orang langsung percaya pada informasi yang diterima tanpa dicek terlebih dahulu. Padahal bisa jadi berita itu belum tentu benar. Maka biasakan tabayyun agar tidak menimbulkan salah paham,” katanya.
Menurutnya, tabayyun merupakan ajaran penting dalam Islam agar seseorang tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun kabar yang belum terbukti kebenarannya. Dengan tabayyun, seseorang dapat menjaga hati, lisan, dan tindakan agar tidak merugikan orang lain.
Selain itu, Ang Icep juga mengajak umat Islam untuk memperkuat rasa persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga : Polres Ciamis Kurban 8 Sapi dan 25 Kambing Untuk Warga
Ia berharap nilai husnuzhan dapat menjadi budaya positif yang terus ditanamkan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun masyarakat luas.
Dengan mengedepankan husnuzhan dan tabayyun, lanjutnya, kehidupan sosial akan menjadi lebih damai, harmonis, dan terhindar dari konflik akibat kesalahpahaman serta prasangka yang tidak berdasar.
“Kalau kita membiasakan berbaik sangka dan mencari kebenaran terlebih dahulu, insyaallah kehidupan masyarakat akan lebih tenang, damai, dan penuh keberkahan,” pungkasnya. (ES)
