lintaspasundan.com, BERITA.CIAMIS.- Milangkala ke-340 Desa Beber, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, Minggu, 5 Juli 2026, berlangsung sederhana namun penuh makna. Tidak ada konser musik, panggung hiburan, maupun pesta rakyat.
Peringatan hari jadi Desa Beber justru menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenang sejarah, mendoakan leluhur, serta memperkuat semangat kebersamaan yang telah tumbuh selama lebih dari tiga abad.
Rangkaian kegiatan diisi khatmil Al-Qur’an, pengajian, tahlil, doa bersama, dan ziarah ke makam para sesepuh serta pendiri Desa Beber.Milangkala tahun ini memiliki makna khusus.
Tanggal 5 Juli juga bertepatan dengan hari ulang tahun Kepala Desa Beber Abdul Wahid Miftah Sofa dan istrinya.
Bagi Miftah, kesamaan tanggal tersebut menjadi pengingat bahwa bertambahnya usia harus diiringi dengan tanggung jawab yang semakin besar dalam mengabdi kepada masyarakat.
“Kalau Muludan adalah pesta rakyat, maka Milangkala adalah waktunya kami pulang kepada sejarah,” kata Abdul Wahid Miftah Sofa.
Ia mengatakan, peringatan Milangkala menjadi upaya pemerintah desa untuk mengenalkan sejarah Desa Beber kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Desa Beber terdiri dari empat dusun, yakni Dusun Sinarasa, Goler, Pasir Nangka, dan Mekarsari. Seluruh wilayah tersebut memiliki jejak sejarah yang erat dengan para pendahulu desa.
Penetapan 5 Juli sebagai hari jadi Desa Beber merujuk pada kajian sejarah mengenai Eyang Wirayudha sebagai tokoh pembuka wilayah Beber.Nama Eyang Wirayudha disebut dalam naskah VOC sekitar tahun 1686.
Sementara penetapan batas wilayah desa juga dikaitkan dengan peran Mama Barhida.Mama Barhida dikenal sebagai pupuhu atau pemimpin Desa Beber pada masa lampau.
Dari kajian tersebut, pemerintah desa menetapkan 5 Juli sebagai hari lahir Desa Beber.Peringatan Milangkala Desa Beber telah dilaksanakan secara rutin selama empat tahun terakhir.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya merawat memori kolektif masyarakat.Sebagai bentuk penghormatan, aparatur desa bersama warga melakukan ziarah ke 29 makam.
Makam tersebut merupakan tempat peristirahatan pendiri desa, ulama, mantan kepala desa, dan tokoh masyarakat.
Termasuk di antaranya makam mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia Desa Beber. Ziarah dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat atas jasa para pendahulu.
“Kami ingin generasi sekarang mengetahui siapa yang membuka dan membangun Desa Beber. Jangan sampai sejarah hilang ditelan zaman,” ujar Miftah.
Di usia ke-340 tahun, Desa Beber dikenal sebagai salah satu desa yang aktif melahirkan inovasi di Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis.
Menurut Miftah, tantangan pembangunan desa bukan hanya menciptakan program baru. Tantangan yang lebih besar adalah menjaga program agar terus berjalan dan memberi manfaat.
“Membuat program itu mudah. Yang sulit adalah mempertahankannya supaya terus berjalan dan benar-benar menjadi budaya masyarakat,” tegasnya.
Salah satu program unggulan Desa Beber adalah Program Spiritual. Program ini telah berjalan sejak tahun 2023 untuk memperkuat nilai keagamaan dan tradisi lokal.
Kegiatan Program Spiritual meliputi riyadhah bulanan bagi aparatur desa, doa bersama setiap malam Minggu kedua, tahlil, serta ziarah ke makam para karuhun.
Pemerintah Desa Beber juga menggelar tahlil khusus untuk mendoakan warga yang telah meninggal dunia. Hingga saat ini, sebanyak 96 warga telah didoakan melalui program tersebut.
“Kami ingin membangun desa bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga spiritual,” kata Miftah.
Ia menilai desa akan kuat apabila masyarakat memiliki ikatan batin, menghormati leluhur, serta membangun kebiasaan saling mendoakan.
Dalam bidang pelayanan publik, Desa Beber menjalankan Pelayanan Spesial Masyarakat atau PSM. Program ini mengintegrasikan layanan administrasi, kesehatan, pengaduan, dan Pos Bantuan Hukum.
Melalui sistem jemput bola, warga yang sakit dapat dijemput dan diantar ke fasilitas kesehatan secara gratis. Tim sosial desa juga membantu pemulasaraan jenazah dan perlengkapannya.
Pelayanan di Desa Beber dibagi dalam dua tim kerja. Tim pertama terdiri dari kepala desa dan perangkat desa yang menangani pemerintahan, pembangunan, serta pengelolaan Dana Desa.
Tim kedua diisi para staf yang bertugas memberikan pelayanan langsung kepada warga. Layanan mencakup administrasi, kesehatan, pengaduan, dan bantuan hukum melalui Posbankum.
Pembagian tugas tersebut membuat pelayanan publik lebih cepat, responsif, dan tepat sasaran. Program didukung alokasi 3 persen Dana Desa, dana sosial BUMDes, swadaya warga, dan pihak ketiga.
Di bidang pendidikan, Pemerintah Desa Beber menggagas Jawara Gemas. Program ini merupakan singkatan dari Jaring Warga Gerakan Masyarakat Ayo Sekolah.
Program Jawara Gemas dijalankan bersama PKBM Hikmah dan TP-PKK. Tujuannya mengembalikan warga yang putus sekolah agar kembali mengikuti pendidikan kesetaraan.
Hingga saat ini, sebanyak 299 warga telah lulus Paket B dan Paket C. Sekitar 160 peserta lainnya masih mengikuti pendidikan Paket C.
Desa Beber juga memiliki inovasi Menak Bersanggul Emas. Program ini memberikan seekor anak kambing kepada setiap anak yang mulai masuk Sekolah Dasar.
Kambing tersebut dipelihara hingga anak lulus SD. Hasil penjualannya dapat dimanfaatkan untuk membantu biaya pendidikan ke jenjang berikutnya.
Dalam bidang ekonomi, Desa Beber menjadi salah satu desa dengan program ketahanan pangan unggulan di Kecamatan Cimaragas. Saat ini, sekitar 700 ekor kambing dan 24 ekor sapi dikelola kelompok peternak di empat dusun Desa Beber.
Program Melak Jukut Jadi Daging juga dikembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi warga. Rumput hasil budidaya dimanfaatkan sebagai pakan kambing dan ikan.Pemerintah Desa Beber turut mengembangkan arisan kurban.
Sebanyak enam kelompok, masing-masing beranggotakan 35 orang, menabung secara rutin untuk menyediakan sapi kurban.Setiap tahun, program tersebut ditargetkan mampu menyediakan enam ekor sapi kurban.
Program ini menjadi contoh penguatan ekonomi berbasis gotong royong.Kepedulian sosial diwujudkan melalui program Beber Raiyah Asuh Yatim atau Berayat.
Program tersebut menjadikan anak yatim sebagai tanggung jawab bersama masyarakat desa.Saat ini terdapat 21 anak yatim yang menjadi anak asuh Desa Beber. Penghimpunan dan penyaluran bantuan dikelola oleh tim khusus.
Santunan bulanan dalam program Berayat kini mencapai sekitar Rp12 juta. Bantuan juga mencakup santunan 10 Muharam, Ramadan, bingkisan Idulfitri, dan bantuan aqiqah.
Anak-anak yatim peserta Berayat juga mendapat kegiatan pembinaan dan rekreasi. Baru-baru ini, mereka diajak ke Pantai Batukaras untuk kegiatan kebersamaan.
“Semua inovasi ini lahir dari masyarakat. Pemerintah desa hanya menjadi penggerak,” ujar Miftah.
Ia menegaskan, program akan terus hidup apabila masyarakat merasa memiliki dan terlibat langsung dalam setiap proses pembangunan desa.Selain inovasi sosial dan ekonomi, Desa Beber meraih Juara III Perpustakaan Desa Terbaik.
Baca Juga : Polres Ciamis Amankan Emot Oknum Mengaku Wartawan
Prestasi itu menunjukkan pembangunan desa juga berorientasi pada peningkatan sumber daya manusia.Desa Beber memiliki sekitar 3.017 penduduk yang tersebar di empat dusun.
Pemerintah desa berharap Milangkala ke-340 memperkuat persatuan, gotong royong, dan inovasi warga.“Usia desa boleh semakin tua, tetapi semangat masyarakatnya harus tetap muda,” pungkas Miftah (ES).
