lintaspasundan.com.BERITA.Ciamis.,- Tokoh agama Tatar Galuh Ciamis, KH Fadlil Yani Ainusyamsi, menegaskan pentingnya menjaga persatuan umat dan keutuhan bangsa di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang di Kabupaten Ciamis, termasuk dalam menyikapi isu pemilihan Wakil Bupati.
Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam yang akrab disapa Ang Icep itu mengatakan, suasana kondusif yang selama ini terjaga di Tatar Galuh merupakan hasil dari kesadaran bersama antara unsur pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, aktivis, dan seluruh elemen masyarakat dalam mengedepankan musyawarah, etika, serta semangat persaudaraan.
Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, setiap pandangan dan kritik harus disampaikan dengan bahasa yang sejuk, santun, dan tetap mengedepankan persatuan.
“Perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi. Akan tetapi, semuanya harus disampaikan secara bijak dan menenangkan, jangan sampai menimbulkan perpecahan serta merusak kondusivitas daerah,” ujar Ang Icep, Selasa (26/5/2026).
Ia menilai kritik sosial yang disampaikan masyarakat maupun aktivis merupakan bentuk kontrol demokrasi yang harus dihormati.
Meski demikian, kritik hendaknya tetap disampaikan secara santun, proporsional, dan tidak menghakimi.
Ang Icep juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di ruang publik.
Menurutnya, masyarakat perlu tetap kritis, namun harus dibarengi etika, moral politik, dan budaya santun khas masyarakat Tatar Galuh.
Dalam momentum Iduladha, Ang Icep mengajak masyarakat menanamkan ruh pengorbanan atau tadhiyah demi menjaga keutuhan umat dan bangsa.
Pengorbanan tersebut, kata dia, diwujudkan dengan menahan diri dari sikap egois, provokatif, dan individualistis yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.
“Hari Iduladha mengajarkan nilai pengorbanan. Salah satunya adalah pengorbanan untuk menahan diri agar tidak menimbulkan keresahan serta mengedepankan kepentingan bersama dibanding kepentingan pribadi maupun kelompok,” katanya.
Baca Juga : Pemkab Ciamis dukung Riset Digital Mahasiswa Unpas
Ia berharap para umara atau pemimpin daerah semakin bijak dan responsif terhadap aspirasi masyarakat. Di sisi lain, masyarakat juga diminta menjaga etika dalam menyampaikan kritik serta menghormati proses yang berjalan sesuai aturan.
“Keutuhan umat dan bangsa jauh lebih penting daripada kepentingan kelompok ataupun pribadi. Karena itu, mari bersama-sama menjaga suasana damai, saling menghormati, dan memperkuat persaudaraan,” imbuhnya
Dengan semangat kebersamaan serta budaya Sunda silih asah, silih asih, silih asuh, Wng Icep berharap agar masyarakat Ciamis mampu terus menjaga stabilitas daerah dan menjadi teladan dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat, bermartabat, serta berlandaskan nilai-nilai moral kebangsaan. (ES)
