BerandaBerita CiamisPasca Covid-19, Tren Mahasiswa Baru Unigal Ciamis Mulai Pulih

Pasca Covid-19, Tren Mahasiswa Baru Unigal Ciamis Mulai Pulih

lintaspasundan.com, BERITA CIAMIS. Tren penerimaan mahasiswa baru di Universitas Galuh (Unigal) menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat mengalami penurunan sejak pandemi COVID-19. Meski demikian, pemulihan tersebut belum merata di seluruh program studi.

Hal ini disampaikan oleh narasumber, Dadi, yang menilai fenomena rebound ini perlu dilihat secara komprehensif, terutama dalam konteks persaingan antara perguruan tinggi swasta (PTS) dan perguruan tinggi negeri (PTN).jumat (10/4/2026).

“Secara umum kita sudah mengalami rebound, meskipun ada beberapa program studi atau fakultas tertentu yang belum sepenuhnya pulih,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan minat terhadap PTS bukan hanya terjadi di Unigal, tetapi merupakan fenomena nasional. Salah satu penyebab utamanya adalah meningkatnya daya tarik PTN yang dinilai memiliki berbagai kemudahan, termasuk dalam membuka program studi baru serta sistem seleksi berlapis yang memberi peluang lebih besar bagi calon mahasiswa.

Ia juga menyoroti adanya persepsi di kalangan PTS terkait kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya memberikan kesetaraan, khususnya dalam hal kesempatan merekrut mahasiswa baru.

“Untuk menilai kondisi ini, perlu perbandingan objektif dan diskusi dengan PTS lain. Hampir semua merasakan tantangan yang sama,” jelasnya.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Unigal mencatat adanya peningkatan jumlah mahasiswa baru pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Beberapa fakultas menunjukkan tren positif, seperti fakultas kesehatan dan sejumlah program studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), termasuk program studi Biologi.

Sementara itu, Fakultas Ekonomi mengalami sedikit penurunan, meskipun jumlah peminatnya masih tergolong tinggi. Fakultas Teknik juga mencatat peningkatan di beberapa program studi.

Lebih lanjut, Prof. Dadi menegaskan bahwa peningkatan jumlah mahasiswa tidak boleh menjadi satu-satunya indikator keberhasilan sebuah perguruan tinggi. Ia menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan sebagai faktor utama dalam menarik minat masyarakat.

“Yang paling penting adalah kualitas. Jika kualitas meningkat, masyarakat akan menilai kampus itu baik dan secara otomatis minat akan kembali,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar status unggul yang diraih perguruan tinggi tidak menjadi beban, terutama jika berdampak pada kenaikan biaya pendidikan yang dapat menyulitkan calon mahasiswa.

Sebagai bentuk komitmen terhadap akses pendidikan, Unigal menyediakan berbagai program beasiswa, seperti KIP Kuliah, jalur prestasi, hingga beasiswa dari Bank Indonesia yang dinilai cukup istimewa karena tidak semua PTS mendapatkannya.

Selain itu, sistem pembayaran biaya pendidikan di Unigal dirancang fleksibel. Kampus ini belum menerapkan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT), melainkan menggunakan skema SPP dengan cicilan bertahap, mulai dari 40 persen di awal hingga meningkat secara bertahap.

Di akhir penyampaiannya, Prof. Dadi berpesan kepada siswa kelas 12 SMA/SMK agar cermat dalam memilih perguruan tinggi, dengan mempertimbangkan minat, peluang kerja, kualitas kampus, serta aspek pembiayaan.

“Yang paling utama adalah minat. Selain itu, perhatikan peluang kerja, kualitas kampus, dan biaya. Secara keseluruhan, Unigal mampu bersaing dan terus berupaya menjadi perguruan tinggi yang unggul, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional hingga global,” pungkasnya. (𝘿𝙉)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments