lintaspasundan.com, BERITA.CIAMIS.- Perintah pertama Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW adalah Iqra atau membaca. Pesan itu menjadi fondasi penting bagi umat Islam untuk membangun budaya literasi sebagai jalan menuju ilmu pengetahuan, kemajuan, dan peradaban.
KH Fadlil Yani Ainusyamsi atau Ang Icep mengatakan, makna Iqra tidak hanya membaca tulisan. Umat Islam juga diajak membaca ayat-ayat kauniyah, yakni tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang terbentang di alam semesta.
Menurutnya, membaca alam akan melahirkan ilmu pengetahuan, hikmah, serta pemahaman yang semakin menguatkan keimanan. Dari proses itulah manusia mampu mengembangkan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan.
Ia menjelaskan, membaca merupakan fondasi utama dalam menuntut ilmu. Kebiasaan tersebut membentuk pola pikir kritis, memperluas wawasan, serta melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Karena itu, budaya literasi harus ditanamkan sejak usia dini. Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan dinilai sangat penting untuk membiasakan anak mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai kebutuhan sehari-hari.
Menurut KH Fadlil, bangsa yang memiliki budaya membaca akan lebih mudah melahirkan sumber daya manusia unggul, inovatif, produktif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga mengingatkan bahwa Jumat, 17 Juli, diperingati sebagai Hari Pustakawan Indonesia. Momentum tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat belajar dan pengembangan literasi.
Selain itu, Juli bertepatan dengan dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Momen ini dinilai tepat untuk menumbuhkan kembali semangat membaca di kalangan peserta didik sejak hari pertama memasuki sekolah.
KH Fadlil kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 yang diawali dengan perintah Iqra. Ayat tersebut menegaskan pentingnya membaca, belajar, dan menuntut ilmu sebagai dasar kemajuan manusia.
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan pena, mengajarkan apa yang tidak diketahuinya.”
Baca Juga : Kebakaran di Ciamis Hanguskan Tiga Bangunan Rumah
KH Fadlil berharap semangat Iqra terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, budaya membaca akan melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, adaptif, serta siap menghadapi perubahan zaman.
Ia menegaskan, kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Semua itu berawal dari kebiasaan membaca dan semangat belajar sepanjang hayat.(ES)
