BerandaBerita CiamisDisdik Ciamis Perkuat Edukasi Hemat Air Hadapi Kemarau

Disdik Ciamis Perkuat Edukasi Hemat Air Hadapi Kemarau

lintaspasundan.com, BERITA.CIAMIS.- Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau di seluruh satuan pendidikan.

Kebijakan ini bertujuan menjaga layanan belajar tetap berjalan dengan dukungan air bersih, sanitasi, serta edukasi hemat air.Langkah tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Jawa Barat yang diteruskan melalui Surat Edaran Bupati Ciamis tentang kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.

Dinas Pendidikan menitikberatkan tiga program utama, yakni edukasi penghematan air, memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi sekolah, serta memperkuat pengembangan Satuan Pendidikan Aman Bencana atau SPAB.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Muharam Ahmad Zajuli, S.IP., M.Pd., mengatakan seluruh sekolah telah diminta menjalankan langkah antisipatif sejak awal, termasuk memanfaatkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).Kamis (16/6/2026).

Menurutnya, materi mengenai penghematan air, kepedulian terhadap lingkungan, dan kesiapsiagaan menghadapi kekeringan telah menjadi bagian dari kegiatan MPLS agar kesadaran peserta didik tumbuh sejak hari pertama di sekolah.

“Air merupakan sumber daya yang harus dijaga. Karena itu, kami ingin membangun kebiasaan menggunakan air secara bijaksana sejak anak-anak memasuki lingkungan sekolah,” ujar Muharam.

Untuk jenjang SMP, pembelajaran disampaikan melalui diskusi interaktif. Siswa diajak memahami dampak kekeringan, pentingnya efisiensi penggunaan air, serta menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari mitigasi bencana.

Para siswa juga diberikan contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti menutup keran setelah digunakan, memakai air secukupnya saat mencuci tangan, dan menjaga saluran air tetap bersih.

Sementara di tingkat SD, materi disampaikan dengan metode yang lebih sederhana, komunikatif, dan menyenangkan. Pendekatan tersebut disesuaikan dengan usia peserta didik agar pesan mudah dipahami.Selain pembelajaran di kelas, seluruh kepala sekolah diminta melakukan pemeriksaan berkala terhadap sumber air bersih, toilet, tempat cuci tangan, hingga sistem drainase agar tetap berfungsi selama musim kemarau.

Muharam menegaskan ketersediaan air bersih menjadi faktor penting agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Karena itu, setiap sekolah diminta menjaga sanitasi tetap layak, bersih, dan sehat.

Pengembangan SPAB juga terus diperkuat, terutama di tingkat SMP yang telah memiliki tim kesiapsiagaan. Program ini bertujuan membangun budaya siaga serta meningkatkan kemampuan warga sekolah menghadapi berbagai potensi bencana.

Menurutnya, SPAB tidak hanya berfokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga menanamkan budaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan mitigasi sejak dini kepada seluruh warga sekolah.

Baca Juga : HKP ke-54 Ciamis Perkuat Petani Hadapi Tantangan Masa Depan

Dinas Pendidikan berharap guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua dapat bersama-sama membudayakan perilaku hemat air dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Kebiasaan menghemat air yang ditanamkan sejak usia sekolah diharapkan menjadi karakter positif yang terus diterapkan di rumah maupun di tengah masyarakat, sekaligus mendukung kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. (ES)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments