BerandaBerita CiamisPesantren Lansia Ampuh, Semangat Mengaji Tak Kenal Usia

Pesantren Lansia Ampuh, Semangat Mengaji Tak Kenal Usia

lintaspasundan.com.BERITA.CIAMIS.- Semangat menuntut ilmu agama tidak mengenal batas usia. Pesantren Lansia “Ampuh” (Amengan Sepuh) menjadi wadah bagi para lanjut usia untuk terus mengaji, memperdalam ilmu agama, dan meningkatkan kualitas ibadah.

Pesantren Lansia “Ampuh” tidak hanya menjadi tempat belajar agama. Kehadirannya juga menjadi ruang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mempererat kebersamaan dan silaturahmi antarlansia.

Melalui kegiatan mengaji dan pembelajaran keagamaan, para lansia dapat saling menguatkan serta berbagi pengalaman. Semangat beribadah dan bermasyarakat pun tetap terjaga di tengah usia yang semakin lanjut.

KH Fadlil Yani Ainusyamsi, yang akrab disapa Ang Icep, mengatakan usia bukan penghalang untuk meraih keberhasilan. Menurutnya, semangat belajar dan beragama harus terus dipelihara sepanjang kehidupan.

“Tiada batas untuk meraih sukses; bangga di dunia, bahagia di akhirat. Walau usia sudah lansia, semangat beragama tetap terjaga,” kata Ang Icep, Jumat (4/9/2026).

Menurut Ang Icep, keberhasilan tidak semata-mata diukur dari pencapaian duniawi. Kehidupan yang dijalani dengan berpegang pada nilai-nilai agama menjadi bagian penting dalam meraih kebahagiaan yang hakiki.

Semangat para lansia untuk tetap mengaji dan menuntut ilmu agama juga sejalan dengan prinsip Islam yang mendorong umatnya untuk terus belajar. Usia senja bukan alasan untuk berhenti memperbaiki diri.

Kegiatan di Pesantren Lansia “Ampuh” diisi dengan pembelajaran Al-Qur’an, ibadah, kajian keagamaan, serta kegiatan yang mempererat silaturahmi. Aktivitas tersebut menjadi ikhtiar mengisi masa tua dengan kegiatan yang positif dan bernilai ibadah.

Pesan tentang pentingnya menuntut ilmu sepanjang hayat juga menjadi motivasi bagi para lansia. Selama masih diberi kesempatan hidup dan kemampuan untuk belajar, semangat memperdalam agama patut terus dijaga.

Baca Juga : Kejari Ciamis Musnahkan Barang Bukti dari 61 Perkara

Keberadaan Pesantren Lansia “Ampuh” sekaligus menjadi pengingat bahwa belajar agama tidak mengenal batas usia. Masa tua bukan akhir dari perjalanan menuntut ilmu, tetapi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semangat para lansia tersebut juga menjadi teladan bagi generasi muda. Belajar, beribadah, memperbaiki diri, dan berbuat baik merupakan nilai yang dapat dilakukan sepanjang kehidupan.

Pesan yang terpancar dari Pesantren Lansia “Ampuh” begitu sederhana, tetapi bermakna: selama masih diberi umur, jangan berhenti belajar dan mengaji. Sebab, setiap langkah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT merupakan bagian dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik. ( 𝙀𝙎).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments