lintaspasundan.com, BERITA.CIAMIS.- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali meneladani ajaran Rasulullah SAW dalam membangun kehidupan masyarakat yang adil, makmur, harmonis, dan penuh keberkahan.
KH Fadlil Yani Ainusyamsi, yang akrab disapa Ang Icep, mengatakan semangat Maulid Nabi SAW tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial.
Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW perlu diwujudkan dalam sikap dan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Semangat Maulid Nabi SAW harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Ang Icep, Jumat (28/8/2026).
Ia menjelaskan, Rasulullah SAW telah memberikan keteladanan dalam membangun masyarakat yang menjunjung tinggi keadilan, persaudaraan, kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut, kata Ang Icep, tetap relevan diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menciptakan masyarakat yang aman, sejahtera, dan makmur.
Ang Icep menegaskan bahwa keadilan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun bangsa yang kuat dan sejahtera.
Prinsip keadilan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Ma’idah ayat 8 yang memerintahkan umat Islam untuk berlaku adil karena keadilan lebih dekat kepada ketakwaan.
Rasulullah SAW juga memberikan perhatian besar terhadap keadilan. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa orang-orang yang berlaku adil akan mendapatkan kedudukan mulia di sisi Allah SWT.
Keadilan tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari kepemimpinan, keluarga, hingga tanggung jawab dalam mengelola urusan masyarakat.
Ketakwaan Membawa Keberkahan, menurut Ang Icep, kemakmuran bangsa tidak hanya dapat diukur dari kekuatan ekonomi dan pembangunan fisik.Kemakmuran juga berkaitan dengan keberkahan yang lahir dari keimanan dan ketakwaan masyarakat kepada Allah SWT.
Hal itu sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 96. Allah SWT menjanjikan keberkahan dari langit dan bumi bagi penduduk negeri yang beriman dan bertakwa.
Karena itu, pembangunan bangsa perlu berjalan seimbang antara kemajuan material, pembangunan moral, dan penguatan kehidupan keagamaan.
Ang Icep juga menyoroti pentingnya pemerataan ekonomi dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Islam mengajarkan agar kekayaan tidak hanya berputar di kalangan orang-orang kaya.
Prinsip tersebut ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Hasyr ayat 7.Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya zakat sebagai instrumen untuk membantu masyarakat miskin.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa kesejahteraan sosial membutuhkan kepedulian bersama, terutama melalui penguatan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Bangsa yang adil dan makmur juga membutuhkan kepemimpinan yang amanah, adil, cerdas, dan bertanggung jawab.
Prinsip tersebut sejalan dengan Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 58 yang memerintahkan agar amanah diberikan kepada yang berhak serta setiap keputusan ditetapkan dengan adil.
Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadis riwayat Muslim bahwa setiap orang merupakan pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.
Menurut Ang Icep, keteladanan tersebut penting diterapkan oleh seluruh elemen masyarakat, bukan hanya oleh mereka yang memegang jabatan pemerintahan.
Ia menegaskan, bangsa yang adil dan makmur tidak cukup dibangun dengan kekuatan ekonomi semata.
Diperlukan manusia yang memiliki akhlak, integritas, kepedulian, kejujuran, serta rasa tanggung jawab terhadap kepentingan bersama.
Keteladanan Rasulullah SAW menunjukkan bahwa kemajuan masyarakat harus berjalan seiring dengan pembangunan moral dan kepedulian sosial.
Karena itu, momentum Maulid Nabi SAW diharapkan dapat membangkitkan kesadaran bersama untuk memperkuat persatuan dan menciptakan kehidupan sosial yang lebih harmonis.
Ang Icep mengajak masyarakat menjadikan ajaran Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan, memperkuat kepedulian sosial, serta membangun kehidupan masyarakat berdasarkan nilai keadilan dan akhlak mulia.
“Jika nilai keadilan, kejujuran, persaudaraan, dan kepedulian Rasulullah SAW dapat diterapkan, insyaallah kehidupan bangsa akan semakin baik, adil, dan makmur,” katanya.
Peringatan Maulid Nabi SAW diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Lebih dari itu, Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan masyarakat yang berakhlak, adil, sejahtera, dan makmur.
Baca Juga : Musda LLI Ciamis 2026 Bupati Ajak Lansia Tetap Berkarya
Semangat tersebut selaras dengan konsep Baldatun Tayyibatun wa Rabbun Ghafur, yakni gambaran negeri yang baik dan mendapatkan ampunan serta keberkahan dari Allah SWT.
Dengan meneladani Rasulullah SAW, nilai keadilan, persaudaraan, kejujuran, amanah, dan kepedulian sosial diharapkan semakin kuat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.( 𝙀𝙎).

[…] Baca Juga : Semangat Maulid Nabi S.A.W Bangun Bangsa Adil dan Makmur […]