lintaspasundan.com. BERITA CIAMIS. Gerakan pengurangan sampah plastik dengan tajuk “Ciamis Cantik Tanpa Sampah Plastik” di Kabupaten Ciamis kini semakin terasa hingga pasar tradisional.
Aktivitas sederhana warga di pasar tradisional seperti membawa tas belanja sendiri menjadi potret nyata tumbuhnya kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.
Pemandangan warga yang tidak lagi bergantung pada kantong plastik mulai menjadi hal yang lumrah.
Kebiasaan tersebut tumbuh seiring gencarnya edukasi yang dilakukan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis melalui kampanye “Ciamis Cantik Tanpa Sampah Plastik”.
Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan, Persampahan, dan Pertamanan DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Irwan Efendi menyebut perubahan perilaku masyarakat tersebut menjadi indikator keberhasilan pendekatan berbasis kesadaran.
“Kami melihat perubahan mulai terjadi. Warga sudah mulai sadar untuk membawa tas belanja sendiri. Ini langkah kecil, tapi dampaknya besar dalam mengurangi sampah plastik,” ujarnya, Selasa (31/03/2023).
Menurutnya, pasar tradisional menjadi salah satu titik strategis dalam upaya pengurangan plastik karena tingginya aktivitas transaksi yang selama ini identik dengan penggunaan kantong sekali pakai.
“Kalau di pasar sudah terbiasa tanpa plastik, maka efeknya akan meluas ke lingkungan rumah tangga,” tambahnya.
Gerakan tersebut tidak hanya berbicara soal kebersihan, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan pola hidup masyarakat menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, dalam berbagai kesempatan turut menekankan pentingnya membangun budaya sadar lingkungan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya program pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Langkah kolektif yang dilakukan turut memperkuat capaian Ciamis sebagai salah satu kota kecil terbersih di tingkat ASEAN.
Predikat tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan.
Baca juga : Pengrajin Batu Akik Asal Ciamis Bangkit Kembali PPKJ Accessories Gunungsari
Lebih lanjut Irwan memastikan DPRKPLH Ciamis akan terus melakukan edukasi secara berkelanjutan, menyasar berbagai lapisan masyarakat mulai dari pelajar, pedagang, hingga komunitas lingkungan.
Irwan berharap dengan semakin meluasnya gerakan tersebut perubahan gaya hidup ramah lingkungan tidak lagi menjadi tren sesaat, melainkan kebiasaan yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Ciamis.
“Dari pasar tradisional, langkah kecil itu kini menjelma menjadi gerakan besar menuju Ciamis yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (ES)
