lintaspasundan.com BERITA CIAMIS. . Masih dalam suasana pasca Idul Fitri, berbagai kalangan masyarakat mengisi momen kebersamaan dengan kegiatan halal bihalal sebagai tradisi yang sarat makna.
Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga mempererat silaturahim dan memperkuat nilai-nilai persaudaraan di tengah kehidupan sosial.
KH.Fadli Yani Ainusyamsi atau akrab disapa Ang Icep dalam khutbah Jumat pekan ini mengangkat tema hikmah silaturahim dalam tradisi halal bihalal sebagai momentum penting untuk memperkuat persaudaraan dan meraih keberkahan hidup.
Ang Icep menegaskan agar masyarakat tidak memaknai halal bihalal sekadar tradisi tahunan, melainkan sebagai sarana penyucian diri dan penguatan hubungan antarsesama.
Lebih lanjut Ang Ucep mengingatkan bahwa halal bihalal memiliki dimensi spiritual yang mendalam.
Momentum tersebut menjadi ruang untuk saling memaafkan sekaligus membersihkan hati dari berbagai penyakit batin seperti kesombongan, riya, dan dendam yang dapat merusak kualitas keimanan.
“Halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi jalan untuk kembali kepada fitrah, yaitu hati yang suci dan penuh keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT,” ujarnya.
Khutbah juga menyoroti pentingnya silaturahim sebagai pengikat persaudaraan. Hubungan yang dibangun melalui saling memaafkan tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial, tetapi juga memperkuat dimensi spiritual umat.
Ikatan hati yang tulus diyakini mampu menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan penuh kasih sayang.
Selain itu, menjaga silaturahim diyakini membawa dampak besar terhadap kelapangan rezeki dan keberkahan umur.
Dalam ajaran Islam, menyambung tali persaudaraan merupakan amalan yang dapat membuka pintu rezeki serta menghadirkan umur yang penuh manfaat.
Khutbah tersebut juga mengingatkan bahwa makna “panjang umur” tidak semata diukur dari lamanya usia, melainkan dari keberkahan waktu yang diisi dengan amal saleh, kebaikan, serta kontribusi positif bagi sesama.
Baca Juga : Tiga Warga Binaan Lapa Ciamis Ikuti Ujian Paket C Bukti Pendidikan Taak Mengenal Batas
Ang Icep mengajak agar menjadikan halal bihalal sebagai momentum perubahan diri, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Dengan hati yang bersih, hubungan yang harmonis, dan niat yang tulus, setiap Muslim diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih baik serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pesan ini menegaskan bahwa kekuatan umat tidak hanya terletak pada ibadah individual, tetapi juga pada kokohnya persaudaraan dan keikhlasan dalam menjaga hubungan antarmanusia.
Nilai-nilai silaturahim dalam halal bihalal pun diharapkan terus hidup dan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat luas.(ES)
