lintaspasundan.com, BERITA.CIAMIS.-Pelaksanaan Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Persadin) ke-8 tingkat Kecamatan Baregbeg resmi ditutup pada Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi ajang pembinaan generasi muda dalam bidang keagamaan, seni, dan pengembangan karakter Islami.
Camat Baregbeg, Eka Yudha Katresna, dalam sambutannya mengaku terkesan dengan semangat kebersamaan masyarakat Baregbeg meski dirinya baru sekitar sepuluh hari bertugas sebagai camat.
“Saya merasa baru beberapa hari bertugas di Kecamatan Baregbeg, tetapi sudah melihat kekompakan luar biasa, baik dalam organisasi pemerintahan, semangat gotong royong, maupun kegiatan keagamaan. Ini menjadi modal yang sangat baik untuk membangun daerah,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi. Sementara bagi peserta yang belum menjadi juara, Camat meminta agar tetap semangat dan tidak berkecil hati.
“Selamat kepada para juara. Bagi yang belum berhasil jangan berkecil hati, karena kesempatan untuk terus belajar dan berprestasi masih terbuka. Kepada para juara yang akan mewakili Kecamatan Baregbeg di tingkat Kabupaten Ciamis, semoga dapat memberikan hasil terbaik,” katanya.
Pada ajang Persadin ke-8 tahun ini, Desa Petirhilir berhasil meraih Juara Umum dan membawa pulang hadiah utama berupa seekor domba. Sementara Juara II diraih Desa Mekarjaya dan Juara III diraih Desa Sukamaju.
Sementara itu, Koordinator Penanggung Jawab Persadin ke-8, KH Wawan Abdul Malik Marwan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua, pembina, panitia, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberanian anak-anak untuk tampil dalam berbagai perlombaan merupakan hasil dari kesabaran dan ketekunan para orang tua serta pembina dalam mendidik dan membimbing mereka.
“Ini merupakan nilai yang sangat positif. Berkat ketekunan bapak dan ibu semua, anak-anak mampu tampil percaya diri di berbagai cabang perlombaan yang diselenggarakan dalam Persadin,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Persadin bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi wadah membangun karakter generasi muda melalui penguatan fisik, seni, dan nilai-nilai keagamaan.
“Kekuatan fisik akan melahirkan jiwa yang sehat dan kuat sebagai modal untuk belajar, berjuang, membangun bangsa, serta beribadah kepada Allah SWT.
Sedangkan seni mampu membangun kelembutan hati agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang santun, tidak mudah marah, dan mampu menghadapi dinamika kehidupan dengan bijaksana,” jelasnya.
KH Wawan berharap kegiatan Persadin dapat terus melahirkan generasi Islam yang berkualitas, berakhlak mulia, berani berkompetisi, serta siap menjadi penerus bangsa dan agama di masa depan.
Baca Juga : Sekda Ciamis Buka persadin Baregbeg 2027
Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tidak takut tampil dan menjadikan setiap perlombaan sebagai pengalaman berharga.
“Kalah atau menang adalah hal biasa dalam perlombaan. Yang terpenting adalah keberanian untuk tampil, belajar, dan terus meningkatkan kemampuan. Mudah-mudahan Persadin menjadi ajang yang penuh keberkahan dan terus berkembang pada tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.
Penutupan Persadin ke-8 Kecamatan Baregbeg berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Kegiatan ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah, tokoh agama, lembaga pendidikan, serta masyarakat dalam membangun generasi muda yang religius, berprestasi, dan berkarakter. (ES)
