lintaspasundan.com, BERITA.CIAMIS.- Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Kabupaten Ciamis sekaligus Pengurus MUI Pusat, KH Fadlil Yani Ainusyamsi atau Ang Icep, menyampaikan pandangannya terkait isu LGBT di tengah masyarakat.
Menurut Ang Icep, masyarakat Ciamis selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai agama, budaya, dan adat ketimuran sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
“Norma agama dan budaya yang dianut mayoritas masyarakat tidak sejalan dengan praktik hubungan seksual di luar ikatan pernikahan,” katanya Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, hal tersebut mencakup hubungan heteroseksual maupun sesama jenis yang dilakukan di luar ketentuan agama dan norma yang berlaku.
Ang Icep menegaskan, ajaran agama mengatur perilaku umat agar tetap berada dalam koridor moral, etika, dan tanggung jawab sosial. Ang Icep berpandangan, ketahanan keluarga menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan moral generasi penerus bangsa.
Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam menanamkan pendidikan agama, etika, dan nilai sosial sejak usia dini.
Ang Icep menilai, melemahnya nilai agama dan budaya dapat berdampak pada kehidupan sosial serta keharmonisan keluarga. Ang Icep mengajak masyarakat memperkuat pendidikan agama, menjaga budaya lokal, serta membangun keluarga yang harmonis dan berakhlak mulia.
Sementara itu, aktivis Prima Pribadi mengajak seluruh pihak menyikapi persoalan tersebut secara serius, bijak, dan terukur.
Menurut Prima, upaya pencegahan memerlukan keterlibatan keluarga, lembaga pendidikan, Pemerintah Kabupaten Ciamis, serta aparat penegak hukum. Ia mengaku menerima laporan dugaan tindakan asusila di ruang publik yang dinilai perlu ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Baca Juga : KUII VIII Tegaskan Persatuan Umat Demi Indonesia Kuat
Prima berharap seluruh elemen masyarakat meningkatkan pengawasan, edukasi, dan pembinaan demi menjaga ketertiban umum. Ia juga mengimbau masyarakat menghormati proses hukum serta menghindari tindakan yang melanggar hak setiap warga negara.
Berbagai pandangan tersebut disampaikan sebagai bagian dari ajakan memperkuat nilai agama, pendidikan keluarga, serta menjaga kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Ciamis. (ES)
