lintaspasundan.com, BERITA CIAMIS. Pondok Pesantren Darussalam Ciamis menerima kunjungan istimewa dari Kapolda Jawa Barat dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan Islam, khususnya dalam bidang sosial, kemasyarakatan, dan pendidikan.
Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, KH. Fadli Yani Ainusyamsi yang akrab disapa Ang Icep, mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut sejatinya telah direncanakan sejak beberapa waktu lalu. Namun, karena padatnya agenda, sempat mengalami penundaan hingga akhirnya dapat terlaksana.Jumat (10/4/2026).
“Memang sebelumnya sempat dua kali tertunda karena berbagai kegiatan. Tapi Alhamdulillah hari ini bisa terlaksana. Kami persilakan kapan pun beliau hadir, karena tujuan utamanya adalah silaturahmi dengan keluarga besar Darussalam,” ujar Ang Icep.
Ia menjelaskan, Pondok Pesantren Darussalam memiliki sejarah panjang dalam menjalin hubungan dengan institusi kepolisian. Tradisi silaturahmi tersebut telah terbangun sejak tahun 1960 dan terus dijaga hingga generasi ketiga pengelola pesantren saat ini.
Dalam kunjungannya, Kapolda Jawa Barat tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga memberikan perhatian nyata terhadap pengembangan pendidikan Islam. Salah satunya melalui bantuan untuk pembangunan Masjid Raya Darussalam, serta pemberian empat paket umroh.
Empat paket umroh tersebut diperuntukkan bagi dua orang guru dan dua santri, masing-masing putra dan putri. Penerima diprioritaskan bagi mereka yang belum pernah menunaikan ibadah umroh, serta memiliki kedisiplinan, dedikasi, dan kontribusi terbaik di lingkungan pesantren.
“Ini benar-benar menjadi kejutan bagi kami. Sebuah rezeki yang tidak disangka-sangka. Kami sangat bersyukur dan bahagia atas perhatian yang luar biasa ini,” ungkap Ang Icep.
Selain itu, Kapolda Jawa Barat juga menyalurkan santunan kepada anak yatim. Sebanyak 40 anak yatim telah dipersiapkan untuk menerima bantuan tersebut, meskipun penyalurannya dilakukan secara simbolis melalui perwakilan.
Lebih lanjut, Ang Icep menyampaikan bahwa kerja sama antara Pondok Pesantren Darussalam dan kepolisian telah berjalan dalam berbagai kegiatan pembinaan masyarakat. Di antaranya melalui program lomba seni, tabligh, qasidah, hingga kegiatan kreatif lainnya yang melibatkan santri dan masyarakat.
“Kami terus berupaya membangun nilai-nilai kebersamaan, menghindari konflik, serta menanamkan pendidikan yang seimbang antara keilmuan, akhlak, dan keterampilan,” tambahnya.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata sinergitas antara kepolisian dan pesantren dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, religius, dan berdaya saing. Diharapkan, hubungan baik ini dapat terus terjalin dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan pendidikan Islam di Indonesia. (ES
