lintaspasundan.com, BERITA CIAMIS. Pondok Pesantren Darussalam Al-Fadliliyah Ciamis kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang konsisten mencetak generasi beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi perkembangan zaman.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Silaturahim Akhir Tahun Ajaran Pesantren (SATAP) Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung selama sembilan hari, mulai 12 hingga 20 Juni 2026.
Mengusung tema “Membentuk Generasi Islami, Berakhlak Mulia, Cerdas Digital, dan Siap Menghadapi Masa Depan”.
Kegiatan ini menjadi ajang evaluasi, apresiasi, sekaligus penguatan sinergi antara pesantren, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung proses pendidikan para santri.
Selama pelaksanaan SATAP, berbagai kegiatan edukatif, keagamaan, seni, dan pengembangan karakter digelar dengan melibatkan seluruh jenjang pendidikan di lingkungan Darussalam Al-Fadliliyah, mulai dari RA, MI, MTs, MAN hingga SMA.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pentas seni santri, dilanjutkan Muhibbah Eska Yogyakarta, pentas drama, doa bersama menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, pawai 1 Muharram, tashih hafalan Al-Qur’an dan Kitab Kuning, tasmi’ Al-Qur’an, muhasabah, hingga acara puncak SATAP yang menjadi bentuk apresiasi atas capaian para santri selama satu tahun ajaran.
Pembina RA Al-Fadliliyah Darussalam, Dase Fadlil Yusdy Mubarok, S.H., M.Pd., menjelaskan bahwa pendidikan yang dikembangkan di lingkungan Darussalam berlandaskan visi untuk mewujudkan lembaga pendidikan Islam yang berkualitas, ramah anak, dan berbudaya lingkungan.
Menurutnya, visi tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembiasaan perilaku Islami, penguatan pengetahuan dasar, pembelajaran Al-Qur’an dan praktik ibadah, pendidikan karakter, serta pengembangan sarana pembelajaran yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
“Pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan anak-anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, karakter yang kuat, serta kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, seluruh proses pembelajaran diarahkan untuk membentuk pribadi yang utuh sejak usia dini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala RA Al-Fadliliyah Darussalam, Lili Herlina, S.H., S.Pd., menyampaikan bahwa SATAP menjadi momentum penting untuk memperlihatkan hasil proses pendidikan yang telah dilaksanakan selama satu tahun ajaran kepada para orang tua.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak semata-mata diukur dari kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, melainkan juga dari tumbuhnya karakter positif, kemandirian, kedisiplinan, serta kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman.
“Melalui kegiatan ini, orang tua dapat melihat secara langsung perkembangan anak-anaknya. Kami berharap apa yang telah ditanamkan di sekolah dapat terus dilanjutkan di lingkungan keluarga sehingga proses pendidikan berjalan secara berkesinambungan,” katanya.
Ketua Yayasan sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Al-Fadliliyah Ciamis, KH Fadlil Yani Ainusyams, yang akrab disapa Aang Icep, menegaskan bahwa SATAP bukan sekadar seremoni penutupan tahun ajaran, melainkan bagian dari proses evaluasi dan penguatan kolaborasi pendidikan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat sinergi antara madrasah, keluarga, dan masyarakat dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Ia menilai tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan informasi.
Karena itu, lembaga pendidikan Islam dituntut tidak hanya membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga fondasi moral dan spiritual yang kuat.Berbagai penampilan yang ditampilkan para santri selama SATAP mendapat apresiasi dari para wali santri dan tamu undangan.
Mulai dari seni Islami, kreasi budaya, drama pendidikan, hingga pertunjukan bakat menjadi gambaran nyata keberhasilan proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan potensi, kreativitas, dan kepercayaan diri peserta didik.
Bagi para wali santri, SATAP menjadi kesempatan berharga untuk menyaksikan secara langsung perkembangan akademik, keterampilan, dan karakter anak-anak mereka selama menempuh pendidikan di Darussalam Al-Fadliliyah.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, SATAP menjadi cerminan komitmen Pondok Pesantren Darussalam Al-Fadliliyah Ciamis dalam melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, berwawasan luas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghadapi tantangan masa depan tanpa kehilangan jati diri keislamannya.
Dengan semangat tersebut, Darussalam Al-Fadliliyah terus berupaya menjadi pusat pendidikan Islam yang mampu menjawab kebutuhan zaman sekaligus menjaga nilai-nilai agama sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi penerus bangsa yang unggul dan berkarakter.(ES)
