BerandaBerita CiamisWarisan Tatar Galuh Harmonis dengan Islam dan Budaya

Warisan Tatar Galuh Harmonis dengan Islam dan Budaya

lintaspasundan.com, BERITA.CIAMIS.- Menjelang pelantikan Wawakil Raja Galuh, Raden Rafik Radinal, keluarga besar Radinal Mohtar menggelar santunan yatim piatu dan tausiah di Pendopo Keraton Selaggangga, Ciamis, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Al Mulk dan tawasul. Acara kemudian dilanjutkan tausiah oleh Pengasuh Pesantren Darussalam, KH Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi atau yang akrab disapa Ang Icep.

Setelah tausiah, panitia menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu dan santri Pesantren Darussalam sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus doa bersama.

Calon Wawakil Raja Galuh, Raden Rafik Radinal, mengatakan kegiatan itu menjadi ikhtiar memohon kelancaran pelantikan sekaligus mengharap restu Allah SWT dan penghormatan terhadap sejarah Galuh.

Menurutnya, momentum tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali perjalanan sejarah Galuh dalam bingkai nilai-nilai Islam.Rafik menegaskan, sejak dahulu budaya Galuh dan Islam tumbuh berdampingan.

Keduanya saling menguatkan dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Tatar Galuh.”Para leluhur Galuh tidak pernah mempertentangkan budaya dengan Islam. Keduanya berjalan selaras sebagai satu kesatuan,” ujarnya.

Dalam tausiahnya, Ang Icep menyampaikan pesan yang bersumber dari catatan almarhum KH Irfan Hielmy mengenai warisan nilai luhur Tatar Galuh.

Ia menjelaskan, peradaban Galuh dibangun di atas tiga pondasi utama, yakni keluhuran budi, kearifan lokal, dan welas asih.

Ketiga nilai tersebut menjadi dasar membangun masyarakat yang beradab, rukun, serta menjunjung tinggi kehormatan dan martabat.

Ang Icep menambahkan, nilai itu harus berjalan seiring dengan akidah yang lurus agar tetap menjadi kekuatan dalam menjaga identitas masyarakat Galuh.

Menurutnya, falsafah Sunda seperti silih asih, silih asah, dan silih asuh menjadi cerminan nyata warisan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai itu mengajarkan kasih sayang, saling mencerdaskan, dan saling membimbing demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis.

Ia juga mengulas kepemimpinan di masa Kerajaan Galuh yang tidak hanya berfungsi menjalankan pemerintahan, tetapi juga mempersatukan seluruh lapisan masyarakat.

Seorang pemimpin, kata Ang Icep, harus mampu merangkul semua golongan demi menjaga persatuan dan keharmonisan.Selain kecerdasan intelektual, pembangunan generasi penerus harus mengutamakan pendidikan akhlak, karakter, dan kepribadian.

“Generasi yang cerdas harus dibarengi akhlak yang baik, karakter kuat, dan kepribadian yang luhur,” katanya.

Ang Icep menegaskan, budaya Sunda di Tatar Galuh tidak dapat dipisahkan dari ajaran Islam.

Baca Juga : Ang Icep Ingatkan Musibah Akhir Zaman Ajak Perkuat Iman

Ang Icep Ingatkan Musibah Akhir Zaman Ajak Perkuat Iman

Menurutnya, budaya dan syariat Islam harus berjalan harmonis sehingga menjadi kekuatan dalam membangun peradaban.

Ia berharap nilai-nilai luhur Galuh terus diwariskan kepada generasi muda sebagai identitas budaya sekaligus pedoman menghadapi tantangan zaman.

Dengan berpegang pada keluhuran budi, kearifan lokal, welas asih, dan nilai keislaman, masyarakat Tatar Galuh diharapkan mampu menjaga jati diri serta membangun kehidupan yang rukun dan bermartabat. (BS).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments