BerandaBerita CiamisPengelolaan Sampah Ciamis, Dilirik Lembaga Internasional

Pengelolaan Sampah Ciamis, Dilirik Lembaga Internasional

lintaspasundan.com. BERITA CIAMIS. Dari gerakan sederhana berbasis masyarakat, Kabupaten Ciamis justru mencuri perhatian dunia. Inovasi pengelolaan sampah yang tumbuh dari akar rumput kini dilirik lembaga internasional untuk direplikasi di berbagai daerah.

Di balik capaian tersebut, ada kekuatan besar yang menjadi fondasi, kolaborasi warga, kepemimpinan daerah, dan konsistensi gerakan lingkungan.
Di bawah kepemimpinan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat berhasil berkembang menjadi ekosistem berkelanjutan yang berdampak luas, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga peningkatan ekonomi warga.

Dari Bank Sampah ke Ekonomi Sirkular

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran strategis Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis dalam membangun sistem terpadu.

Melalui pendekatan berkelanjutan, pemerintah daerah mendorong terbentuknya jaringan bank sampah di berbagai wilayah. Program ini mampu menekan volume sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui aktivitas pemilahan dan daur ulang sejak dari sumbernya.

Model ini menempatkan masyarakat sebagai aktor utama, bukan sekadar objek kebijakan. Gotong royong menjadi kunci utama yang menggerakkan sistem berjalan efektif dan berkelanjutan.

Diakui ASEAN, Jadi Salah Satu Kota Terbersih 2025

Upaya konsisten tersebut membuahkan hasil. Ciamis berhasil meraih pengakuan sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan lingkungan terbaik di Asia Tenggara, bahkan dinobatkan sebagai kota terbersih di ASEAN pada tahun 2025.

Capaian ini menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran, melainkan pada kekuatan partisipasi masyarakat dan kepemimpinan yang visioner.
UNDP dan Coca-Cola Foundation Siap Replikasi Model Ciamis.

Keberhasilan Ciamis kini menarik perhatian dunia internasional. Bersama UNDP Indonesia dan The Coca-Cola Foundation, model pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini mulai dipersiapkan untuk direplikasi di berbagai wilayah di Indonesia.

UNDP menilai kekuatan utama Ciamis terletak pada tingginya partisipasi masyarakat yang ditopang budaya gotong royong.

Program replikasi ini diharapkan mampu memperluas dampak positif, mulai dari pengurangan sampah hingga penguatan ekonomi sirkular dan kesejahteraan masyarakat.

DPRKPLH: Kunci Utama Ada di Kesadaran Warga

Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Dr. Giyatno, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran aktif masyarakat.

“Nilai tertinggi dari Ciamis adalah partisipasi warga. Gotong royong dalam pengelolaan sampah menjadi kekuatan utama. Pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator,” ujarnya.

Baca Juga : Pencari Kerja Wajib Tahu Ini Cara Baru Buat Kartu Kuning Online Disnaker Ciamis

Ia menjelaskan, ketertarikan UNDP berawal dari proses penilaian berbagai model pengelolaan sampah di Indonesia.

“Ciamis dinilai memiliki praktik baik yang kuat. Tim UNDP bahkan turun langsung ke lapangan untuk melihat sistem ini berjalan,” tambahnya.

Menuju Replikasi Nasional, Ciamis Jadi Laboratorium Inovasi

Saat ini, pemerintah daerah bersama mitra pembangunan tengah menyusun langkah lanjutan untuk memperluas model Ciamis ke daerah lain.
Program tersebut mencakup penguatan bank sampah, edukasi masyarakat, serta pengembangan ekonomi berbasis daur ulang.

Jika berhasil diterapkan secara luas, model ini berpotensi menjadi rujukan nasional dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Ciamis pun membuktikan bahwa perubahan besar bisa lahir dari kekuatan lokal melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra global.

“Ini bukan hanya kebanggaan daerah, tetapi juga inspirasi bagi dunia,” pungkas Giyatno. (NS)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments