lintaspasundan.com, BERITA CIAMIS. Pengajian bulanan yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Baregbeg kembali menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Mujahidin, Dusun Ciwahangan, Desa Baregbeg, Kamis (23/7/2026), dihadiri sekitar 1.920 jamaah dari sembilan desa di Kecamatan Baregbeg.
Mengusung tema “Mempererat Silaturahmi Alim Ulama, Umara, dan Umat”, pengajian tersebut terselenggara berkat kolaborasi MUI Kecamatan Baregbeg, Kantor Urusan Agama (KUA) Baregbeg, Pemerintah Kecamatan Baregbeg, Pemerintah Kabupaten Ciamis, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya kehadiran jamaah. Berdasarkan data panitia, peserta berasal dari Desa Sukamulya sebanyak 104 orang, Saguling 204 orang, Mekarjaya 185 orang, Baregbeg 532 orang, Sukamaju 250 orang, Petirhilir 175 orang, Pusakanagara 201 orang, Jelat 65 orang, serta Karangampel 204 orang.
Camat Baregbeg Eka Yudha Katresna, S.Sos., M.M. menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus DKM Masjid Al-Mujahidin, tokoh agama, serta masyarakat yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan.
Menurutnya, pengajian bulanan bukan hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk mempererat hubungan antara ulama, umara, dan umat dalam menjaga persatuan serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Melalui majelis ilmu seperti ini, kita tidak hanya memperdalam pemahaman agama, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan kebersamaan. Sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun Baregbeg yang aman, damai, dan religius,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ulama memiliki peran sebagai pembimbing moral dan spiritual masyarakat, pemerintah bertugas memberikan pelayanan terbaik kepada warga, sementara masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah.
Karena itu, Eka mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), BKMM, Muslimat, Karang Taruna, RT, RW hingga berbagai organisasi kemasyarakatan untuk terus memakmurkan masjid serta menjaga budaya gotong royong.
“Pemerintah Kecamatan Baregbeg selalu terbuka menerima masukan, nasihat para ulama, dan aspirasi masyarakat. Kolaborasi yang baik akan melahirkan berbagai program yang membawa manfaat bagi kemajuan daerah,” katanya.
Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Baregbeg KH Wawan Abd Malik Marwan mengatakan pengajian bulanan merupakan program pembinaan umat yang dilaksanakan secara bergiliran di seluruh desa di Kecamatan Baregbeg.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga serta memperkuat hubungan antara ulama dan pemerintah.
Ia mengungkapkan, antusiasme masyarakat yang terus meningkat menjadi bukti bahwa pengajian masih menjadi kebutuhan sekaligus sarana efektif dalam membangun karakter masyarakat yang religius.
“Alhamdulillah, setiap pelaksanaan pengajian jumlah jamaah terus bertambah. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan majelis ilmu yang mampu memperkuat akidah, meningkatkan kualitas ibadah, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah,” tutur KH Wawan.
Ia berharap seluruh masyarakat terus menjaga semangat kebersamaan dan istiqamah mengikuti pengajian sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Baca Juga : Bupati Ciamis: Angklung Jadi Ikon Wisata dan Budaya Ciamis
Melalui pengajian bulanan tersebut, MUI Kecamatan Baregbeg berharap semangat persatuan, kepedulian sosial, dan ukhuwah Islamiyah semakin mengakar di tengah masyarakat.
Dengan sinergi yang erat antara ulama, umara, dan umat, Kecamatan Baregbeg diharapkan terus tumbuh menjadi wilayah yang religius, harmonis, serta mampu mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Ciamis. (ES)
