BerandaBerita CiamisKUII VIII Tegaskan Persatuan Umat Demi Indonesia Kuat

KUII VIII Tegaskan Persatuan Umat Demi Indonesia Kuat

lintaspasundan.com, BERITA CIAMIS. Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII menegaskan pentingnya persatuan umat sebagai fondasi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, kuat, dan berdaya saing.

Kongres yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Jakarta pada 24–26 Juli 2026 mengangkat tema “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat.”Kegiatan tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan puluhan organisasi kemasyarakatan Islam untuk merumuskan arah pembangunan umat dan bangsa.

KUII VIII juga menghasilkan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah lembaga keuangan syariah serta 12 lembaga zakat dari berbagai ormas Islam yang memenuhi kualifikasi.

Pembukaan kongres dihadiri Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, Ketua KSP Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, serta dibuka Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Wakil Sekretaris Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat, KH Fadlil Yani Ainusyamsi atau Ang Icep, mengatakan tema kongres menjadi arah strategis umat Islam menghadapi tantangan zaman.

Pernyataan itu disampaikan Ang Icep saat menjelaskan makna dan rekomendasi KUII VIII di Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Menurutnya, persatuan umat merupakan syarat utama memperkuat kontribusi masyarakat dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Semangat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah dinilai menjadi kunci mempererat persaudaraan dan mencegah perpecahan. KUII VIII juga mendorong konsolidasi sekitar 87 organisasi kemasyarakatan Islam yang berhimpun di bawah naungan MUI.

Langkah itu diharapkan memperkuat sinergi umat dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan pembangunan kebangsaan. Selain persatuan, kongres menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan bangsa di berbagai sektor strategis.Kedaulatan mencakup bidang politik, ekonomi, pangan, energi, teknologi, hukum, hingga pertahanan siber.

Ang Icep menegaskan umat Islam harus menjadi pelaku utama pembangunan yang aktif, produktif, dan membawa manfaat bagi masyarakat. Ia menyebut negara yang kuat lahir dari sinergi pemerintah, ulama, dan seluruh elemen bangsa.

Kekuatan negara juga ditopang supremasi hukum, stabilitas nasional, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Di tingkat global, KUII VIII mendorong Indonesia terus berperan aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.

Forum itu juga menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan. Dalam rekomendasinya, KUII VIII mengajak umat memperkuat ekonomi melalui optimalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Baca Juga : Anjar Asmara Siap Maju Jadi Wakil Bupati Ciamis

Kongres juga mendorong peningkatan ketahanan pangan serta kemandirian ekonomi nasional.Selain itu, forum merekomendasikan penegakan hukum yang tegas terhadap tindak pidana korupsi. KUII VIII turut menyampaikan pandangan mengenai sejumlah persoalan sosial dan moral, termasuk rekomendasi kepada pemerintah terkait kebijakan mengenai LGBT.

Menutup keterangannya, Ang Icep berharap hasil KUII VIII menjadi pedoman memperkuat persatuan umat dan memperkokoh Indonesia. Menurutnya, persatuan merupakan kunci membangun bangsa yang berdaulat, negara yang kuat, serta masyarakat yang adil, makmur, dan bermartabat. (ES)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments