lintaspasundan.com, BERITA.CIAMIS.- KH Fadlil Yani Ainusyamsi yang akrab di panggil Ang Icep mengajak masyarakat kembali menguatkan nilai kemanusiaan di tengah krisis moral yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Ajakan itu disampaikan dalam refleksi bertajuk Ciri Manusia Sejati di Era Kerontangan Moral, Jumat (24/7/2026).
Menurut Ang Icep, manusia sejati lahir dari kejujuran kepada hati nurani. Seseorang harus berani mengakui kekurangan, tetapi tetap teguh memegang prinsip hidup yang benar. Ia menegaskan, kejujuran menjadi fondasi utama dalam membangun karakter.
Tanpa kejujuran, kemajuan yang diraih hanya akan melahirkan kehidupan yang rapuh dan kehilangan arah.Selain jujur, Ang Icep mengajak masyarakat menghidupkan empati.
Mendengar orang lain, katanya, bukan untuk membalas, melainkan memahami kesulitan dan luka yang sering tidak tampak.Empati dinilai menjadi kekuatan yang mampu mempererat persaudaraan.
Kepedulian terhadap sesama juga menjadi jalan untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis.Ang Icep juga mengingatkan pentingnya berakar pada nilai diri.
Dengan karakter yang kuat, seseorang tidak mudah terbawa arus kehidupan yang instan, dangkal, dan penuh kepalsuan.
“Mencari manusia sejati berarti kembali pada kepasrahan yang tulus untuk merawat hidup, menjaga akal sehat, dan memeluk sesama dalam dekap kasih yang utuh,” ujarnya.
Ia menilai masyarakat kini menghadapi tantangan moral yang serius. Perkembangan ilmu pengetahuan belum sepenuhnya diikuti dengan kebijaksanaan dalam menggunakan pengetahuan tersebut. Menurutnya, masih ada orang berilmu yang memanfaatkan kecerdasannya untuk membodohi sesama.
Kondisi itu menjadi ironi di tengah kemajuan zaman. Hal serupa juga terjadi pada sebagian kalangan yang memiliki kekayaan. Harta yang semestinya membawa manfaat justru digunakan untuk kepentingan yang merugikan orang lain. Ang Icep menilai penyalahgunaan kekuasaan juga masih menjadi persoalan.
Amanah yang diberikan rakyat seharusnya digunakan untuk melayani, bukan menyengsarakan masyarakat.Ia mengingatkan, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, kehidupan berbangsa akan semakin rapuh. Persaudaraan akan terkikis oleh kepentingan pribadi dan hilangnya kepedulian sosial.
Baca Juga : Kapolres Ciamis Pimpin KRYD Cegah Begal Wilayah Jadi Aman
Karena itu, Ang Icep mengajak seluruh elemen masyarakat kembali menanamkan kejujuran, empati, dan rasa kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi pondasi penting untuk membangun Indonesia yang lebih adil, damai, bermartabat, dan berkeadaban di tengah perubahan zaman. (𝙀𝙎).
