lintaspasundan.com, BERITA.CIAMIS.- BAZNAS Kabupaten Ciamis memperkuat gerakan Duta Zakat dengan menggandeng penyuluh agama yang tergabung dalam IPARI Kabupaten Ciamis.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat sekaligus mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Ciamis.
Penguatan Duta Zakat menjadi bagian dari Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III IPARI Kabupaten Ciamis di Aula Utama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis, Senin (14/9/2026).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi Peran Duta Zakat yang menghadirkan Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis Drs. H. Lili Miftah, M.BA., bersama jajaran BAZNAS.
Lili Miftah mengatakan, zakat perlu terus dibumikan sebagai bagian dari kehidupan umat. Jika dikelola secara terkoordinasi melalui amil, zakat berpotensi menjadi kekuatan ekonomi bagi kemaslahatan masyarakat.
“Jika zakat, infak, dan sedekah dikelola secara terkoordinasi dengan baik oleh amil, ini akan menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa bagi kemaslahatan umat,” ujar Lili.
Menurutnya, Duta Zakat memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kewajiban, ketentuan, serta pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga amil yang resmi.
Kepala Kemenag Kabupaten Ciamis Dr. H. Yayan Herdiana, M.Ag., menegaskan penyuluh agama memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Marwah Kemenag ini ada di pundak para penyuluh,” kata Yayan saat memberikan sambutan sekaligus mengukuhkan pengurus IPARI Kabupaten Ciamis.
Yayan menyebut terdapat 93 penyuluh agama di Kabupaten Ciamis. Para penyuluh memiliki empat fungsi utama, yakni informatif-edukatif, konsultatif, advokasi sosial, dan pembangunan.Peran tersebut menjadi modal penting dalam memperluas edukasi zakat.
Penyuluh dapat membawa pesan zakat melalui majelis keagamaan, masjid, kelompok masyarakat, serta berbagai kegiatan sosial.
Program Duta Zakat diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi. Para penyuluh didorong menjadi penggerak yang mampu membangun kesadaran berzakat secara berkelanjutan.
Sinergi BAZNAS, IPARI, dan Kemenag Ciamis juga diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
Melalui pendekatan yang dekat dengan masyarakat, edukasi zakat diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong masyarakat menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
Kegiatan turut dihadiri Kasubag TU Kemenag Ciamis H. Komar Ismail, Kepala Seksi Bimas Islam, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Kepala KUA Kecamatan Ciamis, serta pengurus dan anggota IPARI Kabupaten Ciamis.
Kolaborasi BAZNAS dan IPARI diharapkan menjadikan Duta Zakat sebagai penggerak kesadaran berzakat sekaligus memperkuat kontribusi zakat bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ciamis. (𝙀𝙎).
