lintaspasundan.com.BERITA.CIAMIS.- Suasana haru menyelimuti Alun-alun Ciamis, Kamis (17/9/2026) malam. Puluhan jurnalis berkumpul untuk menggelar doa dan dzikir bagi lima jurnalis yang masih dalam pencarian setelah dilaporkan hilang saat meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau.
Kegiatan bertajuk “Doa & Dzikir Bersama Kiai untuk 5 Jurnalis” dimulai sekitar pukul 19.00 WIB. Para peserta juga menyalakan 100 lilin sebagai simbol harapan dan solidaritas bagi lima jurnalis yang belum diketahui keberadaannya.
Kegiatan tersebut diikuti sejumlah organisasi jurnalis di Ciamis, di antaranya IJTI Galuh Raya, PWI Ciamis, IWO, dan IPJI. Para peserta bersama-sama memanjatkan doa agar kelima jurnalis segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Pembawa acara, Irfansyah Riza, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para jurnalis untuk saling menguatkan. Terlebih, hingga kini belum ada kabar mengenai keberadaan kelima rekan seprofesi tersebut.
“Solidaritas rekan-rekan kita sampai saat ini belum ada kabar. Kita berkumpul dengan perasaan yang sama, bagaimana kita bekerja sehari-hari memiliki risiko,” kata Irfansyah.
Ia berharap kelima jurnalis mendapat pertolongan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan selamat. Harapan tersebut menjadi salah satu alasan para jurnalis menggelar doa dan dzikir bersama.
Rasa haru semakin terasa saat Adeng Bustomi dari Antara membacakan kronologi hilangnya lima jurnalis tersebut. Adeng merupakan rekan satu kantor M. Bagus Khoirunnas dan masih menantikan kabar mengenai keberadaan Bagus.
Adeng menceritakan, Bagus sebelumnya memberi tahu akan melakukan peliputan aktivitas Anak Gunung Krakatau. Pada Senin dini hari, Bagus juga sempat mengirimkan gambar kepada rekannya sebelum berangkat menggunakan perahu.
“Saya tidak menyangka kawan saya, abang saya, bahkan sudah dua hari saya kontak beliau,” ujar Adeng dengan suara bergetar.
Adeng mengaku terus mencari informasi mengenai perkembangan operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Ia juga menghubungi sejumlah jurnalis di Banten untuk mengetahui kabar terbaru mengenai kelima rekannya.
“Saya harap kawan-kawan yang ada di sini mohon doanya agar segera bisa ditemukan,” ucapnya.
Doa bersama kemudian dipimpin Ketua MUI Kabupaten Ciamis, Drs. KH. Saeful Ujun. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh peserta mendoakan keselamatan kelima jurnalis yang sedang dalam pencarian.
“Mudah-mudahan mereka berlima bisa kembali dalam keadaan hidup. Allah Maha Kuasa mengembalikan mereka kepada keluarganya,” kata Saeful.
Saeful juga mengajak para jurnalis menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum untuk bermuhasabah. Menurutnya, setiap pekerjaan memiliki risiko dan manusia perlu senantiasa mengingat kebesaran Allah SWT.
Baca Juga : Bantuan Kapolda Jabar Bikin Yoyo Kembali Jualan Cilok
Usai doa dan dzikir, para peserta melantunkan salawat sebelum menyalakan 100 lilin. Mereka berdiri sambil membawa lilin dan foto kelima jurnalis sebagai simbol harapan agar segera ditemukan.
Prosesi tersebut diiringi pembacaan puisi berjudul “Balada 5 Jurnalis”. Puisi itu menggambarkan doa dan harapan rekan-rekan seprofesi agar kelima jurnalis segera ditemukan dan kembali berkumpul bersama keluarga.
Kegiatan ditutup dengan musafahah atau saling berjabat tangan. Malam itu, 100 lilin menyala di Alun-alun Ciamis sebagai simbol harapan atas kabar baik untuk M. Bagus Khoirunnas, Arie Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, dan Donal Husni. (𝘿𝙉).

[…] Baca Juga : Doa dan Dzikir Bersama untuk 5 Jurnalis Yang Hilang […]