BerandaBerita CiamisRakerkab PPDI Ciamis, Bupati Soroti Tantangan Desa

Rakerkab PPDI Ciamis, Bupati Soroti Tantangan Desa

lintaspasundan.com, BERITA.CIAMIS.- Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Ciamis menggelar Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) di Bumi Galuh Satria Doi Hotel Kecamatan Cijeungjing. Forum ini membahas evaluasi organisasi dan tantangan pemerintahan desa.

Rakerkab PPDI Ciamis turut dihadiri Bupati Ciamis. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyoroti kondisi fiskal daerah, efisiensi anggaran, pelayanan publik, hingga penguatan kemandirian desa.

Bupati menyebut APBD Kabupaten Ciamis 2026 masih mengalami defisit sekitar Rp150 miliar. Sementara itu, belanja pegawai telah berada di atas 52 persen dari struktur belanja daerah.

Menurut Bupati, kondisi fiskal tersebut membuat pemerintah harus melakukan efisiensi pada sejumlah komponen belanja. Karena itu, perangkat desa diminta tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dalam menjalankan tugas.

“Utamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan,” pesan Bupati.

Bupati juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Ciamis. Menurutnya, semangat tersebut menjadi kekuatan penting dalam membantu pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran.

Ia mendorong pemerintah desa tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah. Desa diminta menggali dan mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki untuk memperkuat kemandirian serta mendukung pembangunan masyarakat.

Selain itu, perangkat desa diminta menjaga hubungan harmonis dengan kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Ketiga unsur tersebut harus berjalan bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bupati juga mengingatkan pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan pada 13 Desember 2026. Sebanyak 40 desa di Kabupaten Ciamis akan mengikuti Pilkades dengan penerapan sistem digital.

Menurut Bupati, sistem digital merupakan hal baru bagi sebagian masyarakat. Karena itu, perangkat desa diminta aktif melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami mekanisme dan tahapan pemilihan.

“Tidak semua masyarakat mengerti. Bahkan masih banyak masyarakat yang tidak memiliki handphone. Ini yang harus kita hadapi,” katanya.

Persoalan kemarau turut menjadi perhatian. Kemarau yang berlangsung sekitar empat bulan menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kesulitan air bersih. Pemerintah daerah bahkan mendistribusikan air bersih sekitar 40 hingga 50 kali setiap hari.

Bupati mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membakar sampah maupun melakukan pembakaran di lahan.

Sementara itu, Ketua PPDI Kabupaten Ciamis mengatakan Rakerkab merupakan kewajiban organisasi sebagaimana diatur dalam AD/ART. Forum tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus merumuskan inovasi dan solusi bagi perangkat desa.

“Tantangan perangkat desa di tengah efisiensi anggaran dan pelaksanaan berbagai program strategis nasional semakin berat,” ujarnya.

Baca Juga : Peri Heryanto Siap Bawa Mekarmulya Maju dan Berdaya

Ia berharap Rakerkab PPDI Ciamis menghasilkan gagasan solutif untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi anggota. Forum tersebut juga diharapkan memperkuat sinergi perangkat desa dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

Rakerkab PPDI Kabupaten Ciamis menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perangkat desa dalam pelayanan publik, pembangunan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat di tengah berbagai tantangan pemerintahan desa. (DN).

RELATED ARTICLES

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments