BerandaBerita CiamisBatik Cakra Galuh, Filosofi Galuh dan Harmoni Alam

Batik Cakra Galuh, Filosofi Galuh dan Harmoni Alam

lintaspasundan.com.BERITA.CIAMIS.- Batik Cakra Galuh hadir sebagai karya budaya yang mengangkat filosofi Galuh tentang keseimbangan hidup, spiritualitas, hubungan sosial, dan kepedulian terhadap alam.

Motif tersebut dikembangkan Mia Sumiari Dewi, pendiri Prameswari Galuh sekaligus owner Arimbi Wedding Panawangan. Ia menerjemahkan nilai luhur Galuh melalui karya batik yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Inspirasi Batik Cakra Galuh berasal dari kembang Cakra Rahayu Kancana yang memiliki keterkaitan dengan identitas Galuh dan disebut dalam Prasasti Kawali 6.

Menurut Mia, filosofi tersebut mengajarkan pentingnya menjaga tiga hubungan utama dalam kehidupan. Ketiganya meliputi hubungan manusia dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan alam.

“Kalau kita ingin sejahtera, ada tiga hal yang harus seimbang, yaitu hubungan manusia dengan Sang Pencipta, sesama dan alam,” kata Mia, Sabtu (8/8/2026).

Nilai Cakra Rahayu Kancana, kata Mia, tidak hanya berkaitan dengan simbol kerajaan atau pemerintahan. Filosofinya dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat, keluarga hingga diri pribadi.

Ia menjelaskan, nilai tersebut berkaitan dengan karesian, paratuan, dan hubungan manusia dengan alam. Ketiganya menjadi landasan untuk membangun kehidupan yang harmonis dan seimbang.

Karesian mencerminkan hubungan spiritual manusia dengan Sang Pencipta. Paratuan berkaitan dengan kehidupan sosial, sedangkan alam mengajarkan manusia untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan.

“Jadi bukan hanya untuk pemimpin. Nilainya bisa diterapkan mulai dari pemerintahan, masyarakat, keluarga sampai kepada diri pribadi,” ujarnya.

Pesan tersebut kemudian dituangkan Mia melalui motif Cakra Galuh. Kain dipilih sebagai media karena dapat digunakan sehari-hari sekaligus menjadi sarana mengenalkan filosofi budaya kepada masyarakat.

“Jadi ini bukan sekadar berkain. Ada amanat yang ingin saya sebarkan,” katanya.

Motif Cakra Galuh memadukan lingkaran, garis, tunas, dan bunga yang mekar. Setiap unsur memiliki makna tentang dinamika kehidupan, pertumbuhan, keseimbangan, dan hubungan manusia dengan alam semesta.

Lingkaran dimaknai sebagai gambaran keagungan spiritual yang tidak terbatas. Sementara tunas dan bunga melambangkan kehidupan yang terus tumbuh, berkembang, dan bergerak mengikuti dinamika alam.

Mia berharap Batik Cakra Galuh dapat menjadi identitas budaya Galuh yang dikenal lebih luas. Ia juga melihat peluang pengembangan motif tersebut melalui industri kreatif.

“Harapan saya, ini bisa menjadi identitas Galuh. Bukan hanya dikenal di Ciamis, tetapi suatu saat bisa dikenal lebih luas, bahkan sampai dunia,” tuturnya.

Pengembangan Batik Cakra Galuh juga mulai diarahkan pada ekonomi kreatif. Pada tahap awal, pemerintah telah memberikan dukungan pembinaan kepada lima pengrajin yang terlibat dalam pengembangan produk.

Produk Cakra Galuh kini tersedia melalui sejumlah teknik, mulai dari batik cap, printing hingga printing prada. Batik tulis juga direncanakan untuk kebutuhan khusus dan pesanan tertentu.

Harga produk dibuat beragam agar dapat dijangkau masyarakat. Kain printing primis ukuran 2 x 1,1 meter dipasarkan sekitar Rp200 ribu, sedangkan printing prada sekitar Rp250 ribu.

Untuk kebutuhan premium, tersedia kain katun satin sekitar Rp400 ribu. Setiap produk juga dilengkapi informasi filosofi Cakra Galuh agar pembeli memahami makna di balik motif yang dikenakan.

Baca Juga : DKKC Sambut Raden Rafiq Sebagai Wawakil Kerajaan Galuh

Mia menegaskan, tujuan utama pengembangan Cakra Galuh bukan sekadar menjual kain. Ia ingin filosofi tentang spiritualitas, cinta kasih, kedamaian, keseimbangan, dan kepedulian terhadap alam terus dikenal masyarakat.

Melalui Batik Cakra Galuh, warisan budaya Galuh diharapkan tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Dari Panawangan, kain tersebut membawa cerita tentang leluhur, identitas, dan harmoni kehidupan kepada masyarakat yang lebih luas. ( ES).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments