BerandaBerita CiamisCKG Jadi Andalan RSUD Ciamis Cegah Penyakit Sejak Dini

CKG Jadi Andalan RSUD Ciamis Cegah Penyakit Sejak Dini

lintaspasundan.com.BERITA.CIAMIS.- Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus melakukan kunjungan kerja ke RSUD Ciamis, Senin (21/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memonitor pelaksanaan sejumlah program kesehatan di daerah, termasuk integrasi penanganan tuberkulosis (TB) dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Direktur RSUD Ciamis, dr. H. Bayu Yudiawan, M.M., mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi dan mereview berbagai program kesehatan yang telah berjalan.

Menurut Bayu, kebijakan pelayanan kesehatan kini perlu semakin memperkuat upaya promotif dan preventif. Pencegahan dan deteksi dini dinilai penting sebelum penyakit berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

“Strateginya bukan di ujung atau di muara, tetapi di hulu, yaitu pencegahan. Promotif dan preventif harus diutamakan, baru kemudian masuk ke fase kuratif dan rehabilitatif,” ujar Bayu.

Ia menjelaskan, pembiayaan kesehatan selama ini banyak terserap untuk menangani penyakit katastropik. Penyakit tersebut dapat menimbulkan beban besar karena memiliki risiko kesakitan dan kematian serta dampak sosial ekonomi bagi keluarga.

Salah satu contohnya adalah gagal ginjal kronis yang membutuhkan biaya pengobatan cukup besar. Karena itu, pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini menjadi bagian penting untuk mencegah penyakit berkembang lebih parah.

“Kalau ditemukan sejak dini dan diterapi dengan baik, kondisi yang lebih berat bisa dicegah. Kata kuncinya adalah tahu dulu kondisi kesehatannya,” katanya.

Bayu menambahkan, program CKG menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk meningkatkan deteksi dini berbagai faktor risiko penyakit, termasuk hipertensi dan diabetes.

Menurutnya, penyakit tersebut tidak hanya ditemukan pada kelompok lanjut usia. Hipertensi dan diabetes juga mulai dapat dijumpai pada kelompok usia yang lebih muda.

“Jangan sampai ke depan kita masih menemukan anak-anak di bawah 30 tahun yang harus cuci darah atau usia di bawah 50 tahun yang seharusnya masih produktif tetapi sudah bergantung pada mesin,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, integrasi pemerintah pusat dan daerah dinilai penting untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan berkesinambungan. Pelayanan mencakup promotif, preventif, deteksi dini hingga pengobatan.

Baca Juga : 820 KPM Desa Cikoneng Terima Bantuan Beras 10 Kg

Di sisi lain, RSUD Ciamis terus mengembangkan kapasitas pelayanan agar semakin lengkap. Sejumlah layanan terus diperkuat, di antaranya kanker, jantung, stroke, nefrologi, kesehatan ibu dan anak, serta penyakit infeksi.

“Sekarang kita sedang mengekspansi layanan supaya layanan kita lebih lengkap lagi,” kata Bayu.

Ia berharap penguatan deteksi dini melalui program CKG dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan lebih awal. Dengan begitu, risiko penyakit berat dapat ditekan sekaligus mengurangi beban pembiayaan kesehatan di masa mendatang. ( DN).

RELATED ARTICLES

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments