lintaspasundan.com, BERITA.CIAMIS.– Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menggelar pembinaan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) di kawasan Suaka Margasatwa Gunung Sawal, Kabupaten Ciamis, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan berlangsung di Hotel Priangan Ciamis sebanyak 25 hingga 30 peserta mengikuti pembinaan. 7Mereka berasal dari tujuh desa yang berada di sekitar kawasan konservasi Gunung Sawal.
Program ini bertujuan memperkuat sinergi antara BKSDA dan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan serta habitat satwa liar. Masyarakat diharapkan menjadi mitra aktif dalam mencegah kerusakan kawasan konservasi.
Materi utama disampaikan KH. Fadlil Yani Ainusyamsi atau Ang Icep.Ang Icep mengangkat tema “Peran dan Kewajiban Manusia dalam Menjaga Kelestarian Alam.”Menurut Ang Icep, menjaga alam merupakan amanah yang wajib dijalankan setiap manusia.
Tanggung jawab itu bukan hanya kepada Allah SWT, tetapi juga kepada generasi yang akan datang. Ang Icep mengutip pandangan Imam Al Hasan Al Basri, ulama besar dari kalangan tabi’in yang wafat pada 110 Hijriah atau 728 Masehi.
Ulama asal Basrah itu dikenal sangat menghargai keseimbangan alam.Beliau mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan terjadi akibat ulah manusia sendiri.
Pesan tersebut dinilai tetap relevan menghadapi berbagai ancaman terhadap hutan dan keanekaragaman hayati saat ini.Ang Icep menegaskan, keberhasilan menjaga kawasan konservasi tidak hanya bergantung pada petugas BKSDA.
Peran masyarakat menjadi faktor penting dalam melindungi hutan secara berkelanjutan. Ang Icep mengajak seluruh peserta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kolaborasi masyarakat dan petugas konservasi menjadi kunci menjaga kelestarian Gunung Sawal. Dalam pemaparannya, Ang Icep juga membagikan pengalaman mengunjungi sejumlah kawasan konservasi.
Di antaranya Gunung Merapi sebelum erupsi dan kawasan Himat di Maroko. Menurutnya, konsep Himat membuktikan nilai-nilai agama mampu memperkuat pelestarian alam.
Kesadaran masyarakat menjadi fondasi utama menjaga kawasan tetap lestari.Ia menilai pelestarian lingkungan akan lebih efektif jika didukung moral, tanggung jawab sosial, dan partisipasi masyarakat.
Selain materi konservasi, peserta memperoleh pembekalan tentang etika menjaga kawasan hutan. Mereka juga mempelajari langkah pencegahan kerusakan hutan dan perlindungan habitat satwa liar.
Baca Juga : Launching Antologi Badai LLI Apresiasi Produktivitas Ang Icep
Peserta didorong aktif melaporkan gangguan di kawasan konservasi.Mereka juga diharapkan mencegah perambahan hutan serta mengedukasi masyarakat sekitar.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI berharap Masyarakat Mitra Polhut menjadi garda terdepan menjaga Suaka Margasatwa Gunung Sawal.
BKSDA menegaskan komitmennya memperkuat kemitraan dengan masyarakat.Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga keanekaragaman hayati, kelestarian hutan, dan ekosistem di Kabupaten Ciamis secara berkelanjutan. (ES)
