lintaspasundan.com, BERITA.CIAMIS.-Momentum libur panjang sekolah yang berlangsung selama Juni hingga Juli 2026 diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan rekreasi semata, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai spiritual melalui wisata religi.
Hal tersebut disampaikan Pengasuh Majelis Keislaman sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, KH Fadlil Yani Ainusyamsi atau yang akrab disapa Ang Icep, saat memberikan pesan menjelang musim liburan sekolah. Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, wisata religi merupakan alternatif liburan yang tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bersama keluarga, tetapi juga mampu memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, serta menambah wawasan tentang sejarah dan budaya Islam di Indonesia.
“Liburan tidak harus identik dengan hiburan semata. Mengunjungi masjid bersejarah, pondok pesantren, maupun situs penyebaran Islam dapat menjadi pengalaman berharga yang menambah ilmu, mempererat persaudaraan, sekaligus meningkatkan kualitas ibadah,” ujar Ang Icep.
Ia menjelaskan, wisata religi memiliki nilai edukasi yang sangat penting, terutama bagi anak-anak yang sedang menikmati masa libur sekolah.
Melalui perjalanan tersebut, generasi muda dapat mengenal perjuangan para ulama, memahami sejarah perkembangan Islam di Nusantara, serta menanamkan akhlak mulia dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Menurutnya, setiap perjalanan wisata seharusnya mengandung pesan moral sehingga tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan peningkatan kualitas spiritual.
Ang Icep juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga adab selama berwisata dengan memilih destinasi yang membawa keberkahan, menjaga akhlak dalam pergaulan, tidak meninggalkan kewajiban salat, serta membiasakan berbagi sedekah kepada sesama selama perjalanan.
Secara umum, wisata religi merupakan perjalanan yang berfokus pada aktivitas spiritual, keagamaan, maupun ziarah. Tujuannya tidak hanya sebagai sarana rekreasi, tetapi juga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperdalam pengetahuan sejarah Islam, serta memperoleh ketenangan batin
Kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan mengunjungi masjid-masjid bersejarah, pondok pesantren, hingga situs peninggalan peradaban Islam yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Selain itu, perjalanan ibadah seperti umrah dan haji juga menjadi bagian dari wisata religi yang memiliki makna spiritual yang mendalam.
Ang Icep menilai Indonesia memiliki banyak destinasi wisata religi yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan arsitektur sehingga layak dijadikan tujuan wisata keluarga selama musim liburan sekolah.
Baca Juga : Satnarkoba Polres Ciamis Monitoring Ketahanan Pangan Nasional
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum libur sekolah untuk mempererat kebersamaan keluarga melalui kegiatan yang memberikan manfaat dunia dan akhirat.
“Dengan memadukan rekreasi, edukasi, dan ibadah, wisata religi diharapkan menjadi pilihan liburan yang bermakna serta mampu membentuk generasi muda yang religius, berakhlak mulia, dan mencintai sejarah serta budaya bangsa,” pungkasnya.(ES)
