lintaspasundan.com.BERITA.CIAMIS.- SMK Hepweti Ciamis membuka kesempatan pendidikan gratis bagi anak-anak yang putus sekolah maupun terkendala biaya. Sekolah juga menyediakan asrama gratis bagi siswa yang membutuhkan.
Kepala SMK Hepweti Ciamis, Hari Raka Saptian, mengatakan jumlah peserta didik saat ini sekitar 256 siswa. Mereka terdiri dari lima rombel kelas X, empat rombel kelas XI, dan empat rombel kelas XII.
Selain pendidikan gratis, SMK Hepweti menyediakan asrama bagi siswa yang membutuhkan. Saat ini lebih dari 70 siswa laki-laki dan perempuan tinggal di fasilitas asrama sekolah.
Menurut Hari, para siswa memiliki latar belakang keluarga dan kondisi ekonomi yang beragam. Ada yang berasal dari Rancah, Lakbok, Cikoneng, Panawangan, serta sejumlah wilayah lainnya di Kabupaten Ciamis.
“Penjaringan kami lakukan dengan door to door dan home visit. Kami datang langsung ke rumah calon siswa untuk berdiskusi dengan orang tua,” ujar Hari, Sabtu (26/9/2026).
Upaya tersebut dilakukan untuk membantu anak-anak yang masih memiliki keinginan melanjutkan pendidikan, tetapi menghadapi keterbatasan biaya maupun dukungan keluarga.
“Bahkan ada anak yang meminta kami datang dan membujuk orang tuanya agar diizinkan sekolah. Ini menjadi bagian dari ikhtiar kami,” katanya.
Hari menegaskan, SMK Hepweti tidak memungut biaya pendidikan dari siswa. Sekolah juga memberikan pakaian sekolah dan fasilitas asrama secara gratis bagi siswa yang membutuhkan.
“Kami tidak memungut biaya satu rupiah pun. Pendidikan, pakaian batik, putih abu-abu, dan asrama kami berikan secara gratis,” tegasnya.
Operasional sekolah didukung bantuan pemerintah pusat. Kebutuhan siswa di asrama juga mendapat dukungan dari sekolah, alumni, dan masyarakat, termasuk bebrapa kali menerima bantuan dari alumni SMPN 1 Ciamis.
Salah satu dukungan tersebut berupa penyediaan beras untuk memenuhi kebutuhan makan siswa yang tinggal di asrama. Hal ini menjadi bagian dari kepedulian bersama terhadap keberlanjutan pendidikan mereka.
Selain belajar formal, siswa asrama mendapat pembinaan karakter dan keagamaan. Mereka dibiasakan melaksanakan salat lima waktu berjemaah serta mengikuti kegiatan mengaji mulai sebelum Magrib hingga setelah Isya.
Kegiatan keagamaan meliputi membaca Al-Qur’an, pembelajaran kitab, dan pembinaan lainnya. Dengan fasilitas tersebut, siswa dari daerah jauh tetap memiliki kesempatan menempuh pendidikan secara layak.
Baca Juga :SPPG De La Tina Ciamis Perkuat Standar Dapur MBG
SMK Hepweti Ciamis kini didukung sekitar 40 tenaga pendidik dan kependidikan. Sekolah berharap semakin banyak anak yang kembali bersekolah tanpa terkendala persoalan ekonomi.
“Kami ingin tidak ada lagi alasan anak putus sekolah karena biaya. SMK Hepweti hadir untuk memberikan pendidikan gratis, berkualitas, dan membangun masa depan anak-anak Ciamis,” pungkasnya. ( 𝙀𝙎).
