BerandaBerita CiamisAgun Gunandjar Soroti Politik Uang Pemilu 2024

Agun Gunandjar Soroti Politik Uang Pemilu 2024

lintaspasundan.com.BERITA.CIAMIS.- Anggota DPR RI dari Partai Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa, menyoroti praktik politik uang dalam Pemilu 2024. Ia mendorong pendidikan pemilih berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan mempersiapkan masyarakat menghadapi Pemilu 2029.

Hal itu disampaikan Agun dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 di Aula Hotel Tyara, Ciamis, Senin (26/10/2026). Kegiatan tersebut digelar saat masa reses dengan menggandeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Menurut Agun, pendidikan politik menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran masyarakat agar memilih calon pemimpin berdasarkan kompetensi, integritas, dan rekam jejak, bukan karena iming-iming materi.

Ia menilai, maraknya politik uang dalam Pemilu 2024 menjadi persoalan serius yang berpotensi merusak integritas demokrasi. Praktik tersebut juga dikhawatirkan menggeser pertimbangan rasional pemilih dalam menentukan pemimpin.

“Pemilu 2024 yang lalu itu, menurut saya, pemilu yang sungguh-sungguh tidak berintegritas. Pemilu yang marak dengan politik uang,” ujar Agun.

Ia turut menyoroti dinamika pemilu di daerah pemilihan Jawa Barat X yang, menurut penilaiannya, menunjukkan persoalan peredaran uang dalam kontestasi politik. Penilaian tersebut merupakan pandangan Agun terhadap pelaksanaan Pemilu 2024.

Agun menegaskan, rakyat merupakan pemegang kedaulatan dalam demokrasi. Karena itu, pilihan masyarakat sangat menentukan arah kebijakan, kepemimpinan, dan kualitas pemerintahan selama lima tahun ke depan.

Selain politik uang, perkembangan teknologi digital juga menjadi tantangan dalam pendidikan pemilih. Menurutnya, pendekatan edukasi perlu disesuaikan dengan karakter generasi muda agar lebih mudah dipahami dan diterapkan.

Ia mendorong pendidikan pemilih menjangkau pelajar SMA dan SMK serta mahasiswa. Pemahaman tentang Pancasila, kewarganegaraan, dan demokrasi dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang kritis dan bertanggung jawab.

Kolaborasi dengan KPU RI juga diharapkan memperluas jangkauan pendidikan pemilih melalui materi yang relevan serta pemanfaatan teknologi digital.

Agun turut mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan hak pilih. Partisipasi dalam pemilu, menurutnya, merupakan salah satu cara warga menentukan masa depan dan memengaruhi kebijakan publik.

“Kalau Anda tidak memilih, Anda juga menciptakan ketidakpastian, bahkan mungkin keburukan untuk kehidupan Anda sendiri selama lima tahun ke depan,” tegasnya.

Ia berharap pendidikan pemilih berkelanjutan mampu mendorong masyarakat lebih kritis dalam menentukan pilihan. Kompetensi, kapasitas, kapabilitas, dan integritas calon pemimpin harus menjadi pertimbangan utama.

Baca Juga : KPU RI Ajak Warga Ciamis Lebih Rasional Memilih

Agun menegaskan, kualitas pemilu tidak hanya diukur dari tingkat partisipasi masyarakat, tetapi juga dari kesadaran pemilih dalam menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab tanpa terpengaruh politik uang.

Pendidikan politik yang dilakukan secara konsisten sejak dini diharapkan dapat memperkuat demokrasi dan mempersiapkan masyarakat menjadi pemilih cerdas pada Pemilu 2029. ( DN).

RELATED ARTICLES

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments