BerandaBerita CiamisPorsadin Jabar, FKDT Apresiasi BAZNAS Ciamis di Porsadin

Porsadin Jabar, FKDT Apresiasi BAZNAS Ciamis di Porsadin

lintaspasundan.com, BERITA CIANJUR – Dukungan terhadap pendidikan keagamaan dan pembinaan santri menjadi perhatian dalam pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Madrasah Diniyah Takmiliyah (PORSADIN) VIII tingkat Provinsi Jawa Barat 2026.

Dalam momentum tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis menerima penghargaan khusus dari Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPW FKDT) Jawa Barat.

Penghargaan itu diberikan dalam rangkaian pembukaan PORSADIN VIII Jawa Barat di Kabupaten Cianjur, Jumat (23/10/2026), sebagai bentuk apresiasi atas dukungan BAZNAS Ciamis terhadap madrasah diniyah dan kegiatan FKDT dalam membina potensi santri.

Apresiasi tersebut sekaligus menyoroti pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga keberlangsungan pendidikan diniyah.

Selain memberikan pengetahuan agama, pendidikan ini berperan dalam menanamkan nilai moral, membentuk karakter, dan membimbing anak-anak agar memiliki akhlak yang baik.

Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Ciamis, Dr. H. Wasdi, M.Si., mengatakan dukungan terhadap pendidikan keagamaan merupakan bagian dari perhatian terhadap masa depan generasi muda.

Menurutnya, pembentukan generasi yang berkualitas perlu dilakukan secara seimbang, dengan memperhatikan kemampuan intelektual sekaligus penguatan iman dan akhlak.

“Pendidikan keagamaan merupakan investasi penting bagi masa depan generasi muda. Anak-anak tidak cukup hanya dibekali kemampuan intelektual, tetapi juga perlu memiliki landasan keimanan, akhlak yang baik, serta rasa tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Wasdi.

Ia menilai madrasah diniyah memiliki peran penting dalam membimbing santri memahami ajaran Islam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah perkembangan zaman, pembinaan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membekali anak-anak dengan nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Karena itu, Wasdi menekankan perlunya dukungan berkelanjutan terhadap madrasah diniyah. Menurutnya, tanggung jawab membangun generasi yang berilmu dan berakhlak tidak hanya berada di tangan lembaga pendidikan, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, organisasi keagamaan, lembaga pengelola zakat, dan masyarakat.

Ia berharap penghargaan dari FKDT Jawa Barat dapat memperkuat kerja sama yang telah terjalin dan mendorong perhatian lebih besar terhadap pembinaan santri.

“BAZNAS dan FKDT semoga selalu bersama membawa anak-anak bangsa menatap masa depan yang lebih cemerlang. Kami ingin para santri tumbuh menjadi generasi yang memiliki ilmu, iman, akhlak, dan kemampuan untuk berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.

Wasdi menambahkan, dukungan terhadap pendidikan diniyah perlu terus dijaga agar anak-anak memiliki kesempatan untuk belajar agama, mengembangkan kemampuan, dan mengikuti kegiatan positif yang mendukung pertumbuhan mereka.

PORSADIN, Ajang Santri Mengembangkan Bakat dan PrestasiPORSADIN VIII Jawa Barat 2026 menjadi wadah bagi santri madrasah diniyah dari berbagai kabupaten dan kota untuk menunjukkan kemampuan di bidang olahraga, seni, dan akademik diniyah.

Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada perolehan gelar juara. Para peserta juga mendapat kesempatan untuk mengasah keterampilan, membangun kepercayaan diri, melatih kedisiplinan, dan mempererat silaturahmi dengan santri dari daerah lain.

Nilai sportivitas dan akhlak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kompetisi. Melalui pengalaman tersebut, santri diharapkan mampu menghadapi persaingan secara sehat sekaligus belajar menghargai kemampuan orang lain.

Bagi lembaga pendidikan diniyah, PORSADIN juga menjadi kesempatan untuk melihat hasil pembinaan dan memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan potensi yang dimiliki.

Kontingen Ciamis Ikuti Seluruh 14 Mata LombaKabupaten Ciamis turut mengirimkan kontingen untuk mengikuti seluruh 14 mata lomba dalam PORSADIN VIII Jawa Barat 2026.

Ketua Pelaksana PORSADIN ke-8 Kabupaten Ciamis, Anwar Baihaqi, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam semua mata lomba menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membawa nama baik daerah.

Berdasarkan laporan panitia, kontingen Ciamis terdiri atas 28 peserta, 12 ofisial, 14 pembimbing, dan 16 panitia. Dukungan juga diperkirakan datang dari sekitar 150 suporter yang akan memberikan semangat kepada para peserta selama kompetisi berlangsung.

Anwar mengatakan, Ciamis memiliki rekam jejak positif dalam penyelenggaraan PORSADIN tingkat Jawa Barat. Kabupaten ini pernah meraih gelar juara umum pada PORSADIN pertama dan keempat.Catatan tersebut menjadi motivasi bagi kontingen untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara umum pada penyelenggaraan tahun ini.

“Kabupaten Ciamis pernah menjadi juara umum PORSADIN pertama dan keempat. Mudah-mudahan pada PORSADIN ke-8 ini, Ciamis kembali bisa meraih juara umum. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar anak-anak, ofisial, dan pembimbing dapat membawa nama baik Kabupaten Ciamis,” ungkap Anwar.

Ia menjelaskan, persiapan kontingen merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan peserta, pembimbing, ofisial, panitia, serta dukungan masyarakat.

Menurutnya, PORSADIN tidak hanya menjadi tempat untuk mengejar prestasi, tetapi juga sarana bagi santri untuk belajar, mengukur kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan memperluas persaudaraan.

Anwar berharap seluruh peserta mampu menampilkan kemampuan terbaik dalam setiap mata lomba dengan tetap menjaga sportivitas dan akhlak.

Penghargaan dari FKDT Jawa Barat menempatkan dukungan terhadap pendidikan diniyah sebagai salah satu aspek penting dalam pembinaan generasi muda.

Pendidikan keagamaan membutuhkan proses yang berkelanjutan. Selain pembelajaran di madrasah, santri juga memerlukan kesempatan untuk mengembangkan bakat, membangun karakter, dan memperoleh pengalaman melalui berbagai kegiatan pendidikan maupun kompetisi.

Dalam upaya tersebut, sinergi BAZNAS dan FKDT diharapkan terus terjaga sehingga dukungan terhadap madrasah diniyah dapat memberikan manfaat bagi santri dan masyarakat.

Sementara itu, keikutsertaan kontingen Ciamis dalam seluruh mata lomba PORSADIN VIII Jawa Barat menjadi kesempatan bagi para santri untuk menunjukkan hasil pembinaan sekaligus membawa nama baik daerah.

Dukungan terhadap pendidikan diniyah pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi, tetapi juga dengan upaya menyiapkan generasi yang memiliki ilmu, iman, akhlak, dan kepedulian sosial.

Melalui keterlibatan berbagai pihak, madrasah diniyah diharapkan terus berkembang dan melahirkan generasi muda yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta pembangunan daerah. (Ezen)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments