BerandaBerita CiamisAsep Rahmat Dukung Beasiswa PDPM-UMC untuk Warga Ciamis

Asep Rahmat Dukung Beasiswa PDPM-UMC untuk Warga Ciamis

lintaspasundan.com, BERITA.CIAMIS.- Akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kabupaten Ciamis terus diperluas melalui kolaborasi berbagai pihak.

Salah satunya dilakukan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Ciamis bersama Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) melalui program beasiswa.

Program tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kabupaten Ciamis Fraksi PAN, Asep Rahmat, S.H., M.M.

Ia menilai kerja sama PDPM Ciamis dan UMC menjadi langkah konkret untuk membuka kesempatan kuliah bagi masyarakat yang terkendala biaya.

Kerja sama PDPM Ciamis dan UMC ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di PKBM Hikam, Desa Karangampel, Kecamatan Baregbeg, Rabu (12/8/2026).

Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peresmian PKBM Hikam sekaligus diskusi publik bertajuk “Wajah Pendidikan Ciamis”.

Pada tahap awal, program beasiswa memberikan kesempatan kepada 15 orang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Asep Rahmat menilai persoalan pendidikan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah saja.

Menurutnya, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi agar akses pendidikan semakin luas.

Ia mengapresiasi PDPM Ciamis yang tidak hanya melahirkan gagasan, tetapi juga mulai mewujudkannya melalui kerja sama konkret dengan perguruan tinggi.

“Saya mengapresiasi Ketua dan jajaran Pemuda Muhammadiyah Ciamis. Tidak mudah merumuskan sebuah ide, apalagi menjalankannya. Kita bukan hanya membutuhkan ide dan gagasan, tetapi juga niat, kerja keras dan kebersamaan,” ujar Asep.

Menurut Asep, kerja sama dengan UMC menunjukkan bahwa kolaborasi antarlembaga dapat menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam membuka akses pendidikan tinggi.

“Tanpa kolaborasi, apa pun tidak akan berhasil. Salah satu bukti konkretnya adalah kerja sama Pemuda Muhammadiyah dengan Universitas Muhammadiyah Cirebon ini,” katanya.

Asep menilai program beasiswa menjadi salah satu instrumen penting untuk membantu masyarakat yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan, tetapi terkendala kemampuan ekonomi.

Ia berharap program beasiswa PDPM Ciamis dan UMC tidak berhenti pada 15 penerima tahap awal.

Menurutnya, program tersebut perlu dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

“Banyak anak yang tidak berkesempatan melanjutkan pendidikan karena faktor biaya. Insyaallah, dengan adanya bantuan ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat dan pemuda-pemudi yang ingin bersekolah, menambah ilmu dan wawasan,” ucapnya.

Menurut Asep, pendidikan memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

Pendidikan bukan hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuan dan meningkatkan taraf ekonomi.“Ilmu berkorelasi dengan banyak hal.

Bukan hanya tentang persoalan individu, tetapi dengan ilmu bisa membuka informasi dan kesempatan yang pada akhirnya ikut meningkatkan sektor ekonomi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Asep Rahmat juga menyoroti persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih membutuhkan perhatian bersama. Ia menilai penanganan ATS harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak.

Asep mengapresiasi keberadaan PKBM Hikam yang menjadi salah satu ruang pendidikan nonformal bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.

Menurutnya, upaya menangani ATS tidak cukup hanya mengajak mereka kembali belajar. Harus tersedia kesinambungan pendidikan agar mereka memiliki kesempatan melanjutkan ke jenjang berikutnya.

“Perjuangan ini memang harus melewati fase-fase yang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Pasti mungkin dan pasti bisa,” tegasnya.

Ia berharap semakin banyak pihak membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat layanan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Ciamis.

Ketua PDPM Ciamis Isa Nuralamsyah mengatakan kerja sama dengan UMC merupakan langkah konkret untuk memperluas kesempatan masyarakat Ciamis mengakses pendidikan tinggi.

“Upaya peningkatan pendidikan di Ciamis, kami mulai dengan menguliahkan 15 orang pertama,” ujar Isa.

Sebanyak 15 orang menjadi penerima manfaat awal program beasiswa tersebut.

Ke depan, PDPM Ciamis berharap program dapat terus diperluas sehingga menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan dukungan pendidikan.

Selain beasiswa, kerja sama PDPM Ciamis dan UMC juga membuka peluang bagi lulusan pendidikan kesetaraan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dekan Fakultas Agama Islam UMC, Aip Syarifudin, menyambut baik kerja sama dengan PDPM Ciamis.

Ia menegaskan bahwa UMC terbuka bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan, termasuk lulusan Paket C.

“Alumni Paket C bisa kuliah di UMC,” kata Aip.

Kesempatan tersebut menjadi penting bagi warga yang sebelumnya tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal.

Melalui pendidikan kesetaraan, mereka dapat memperoleh kembali akses pendidikan sekaligus memiliki peluang melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Dengan demikian, pendidikan kesetaraan tidak berhenti sebagai jalan untuk menyelesaikan pendidikan menengah. Program tersebut juga dapat menjadi jembatan bagi masyarakat menuju pendidikan tinggi.

PDPM Ciamis sebelumnya telah mengembangkan Gerakan Relawan Pendidikan dan meresmikan PKBM Hikam.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas layanan pendidikan nonformal di tengah masyarakat.

Kolaborasi dengan UMC kemudian memperkuat jalur pendidikan tersebut. Warga yang memperoleh kembali akses pendidikan memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Ciamis, Camat Baregbeg, para kepala desa, Relawan Pendidikan, serta perwakilan organisasi otonom Muhammadiyah se-Kabupaten Ciamis.

Asep Rahmat berharap kerja sama PDPM Ciamis dan UMC menjadi awal dari gerakan pendidikan yang lebih besar. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.

“Semoga Allah memudahkan kita untuk bekerja sama dengan siapa pun dan dengan pihak mana pun untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Ciamis,” pungkasnya.

Melalui program beasiswa, penguatan pendidikan kesetaraan, dan pengembangan pendidikan nonformal, kolaborasi PDPM Ciamis dan UMC diharapkan semakin membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Baca Juga : PDPM Ciamis Gandeng UMC 15 Warga Dapat Beasiswa

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Ciamis.

Semakin luas akses pendidikan, semakin besar pula peluang masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan. (𝙀𝙎).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments