BerandaBerita CiamisJumsih Herdiat Perkuat Kebersihan Kabupaten Ciamis ASRI

Jumsih Herdiat Perkuat Kebersihan Kabupaten Ciamis ASRI

lintaspasundan.com.BERITA.CIAMIS.- Gerakan Jumat Bersih (Jumsih) yang dipimpin Bupati Ciamis Herdiat Sunarya dinilai memiliki makna lebih luas dari sekadar kegiatan membersihkan lingkungan.

Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, menilai Jumsih menjadi bagian penting dalam menjaga capaian pengelolaan lingkungan sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat di Kabupaten Ciamis.

Pandangan tersebut disampaikan Toto melalui tulisan berjudul “Bupati Herdiat dan Jumat Bersih: Politik Kebersihan untuk Ciamis ASRI.”

Menurut Toto, berbagai penghargaan lingkungan yang diraih Ciamis bukanlah titik akhir. Capaian tersebut justru menjadi tanggung jawab bersama untuk terus menjaga kebersihan dan memperbaiki pengelolaan lingkungan.

Ciamis memiliki rekam jejak dalam pengelolaan lingkungan. Pada September 2025, Ciamis meraih penghargaan internasional The 6th ASEAN Environmentally Sustainable Cities Award kategori Clean Land for Small Cities.

Sebelumnya, Ciamis juga meraih Adipura Kencana, penghargaan tertinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup tingkat nasional. Penghargaan untuk kriteria tahun 2023 itu diserahkan di Jakarta pada 5 Maret 2024.

Ciamis tercatat sebagai satu-satunya kabupaten/kota di Jawa Barat yang meraih Adipura Kencana tersebut. Capaian itu dibangun melalui proses panjang, mulai dari pengurangan sampah hingga penguatan bank sampah.

Herdiat juga terus mendorong pembenahan sistem persampahan melalui penguatan regulasi, penyediaan fasilitas, penataan tempat pemrosesan akhir (TPA), pengembangan bank sampah dan berbagai inovasi.

Pengelolaan sampah diarahkan tidak sekadar mengangkut dan membuang sampah, tetapi menjadi bagian dari pembangunan lingkungan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Gerakan Jumat Bersih pada Jumat, 18 September 2026, menjadi salah satu bentuk keterlibatan langsung pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Herdiat memimpin apel sebelum peserta bergerak ke sejumlah lokasi. Jumsih melibatkan ASN, TNI, Polri, akademisi, BUMN, BUMD, lembaga vertikal serta berbagai unsur masyarakat.

Sejumlah sasaran Jumsih antara lain Stadion Galuh, Gelanggang Galuh Taruna, Terminal Ciamis, Pasar Subuh, Pasar Manis, Jalan Letnan Samuji, Sungai Cimemen dan Jalan Rumah Sakit.

Menurut Toto, keterlibatan lintas sektor menunjukkan bahwa kebersihan bukan hanya tanggung jawab perangkat daerah. Pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas dan masyarakat memiliki peran yang sama.

Kehadiran langsung pimpinan daerah dan aparatur di lapangan juga menjadi bentuk keteladanan. Pesan tentang kebersihan tidak berhenti sebagai imbauan, tetapi diwujudkan melalui tindakan bersama.

Persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dari hilir. Penambahan armada pengangkut dan kapasitas TPA akan terbatas jika volume sampah terus meningkat tanpa perubahan perilaku masyarakat.

Pemilahan sampah dari rumah, pengurangan plastik sekali pakai, pemanfaatan bank sampah serta pengolahan sampah menjadi langkah penting untuk mengurangi beban pengelolaan di tingkat akhir.

Toto juga menekankan pentingnya langkah antisipasi. Pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi dan perubahan pola konsumsi dapat meningkatkan volume sampah sehingga pengelolaannya membutuhkan konsistensi dari sumber hingga TPA.

Toto mengaitkan Jumsih dengan semangat Indonesia ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik dan Indah.

Baca Juga : Youth Challenge BMX 2026 Digelar di Ciamis

Kebakaran Rumah di Baregbeg Ciamis, Rugi Rp75 Juta

Bagi Ciamis, lingkungan yang terjaga berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Jalan, pasar, sungai, ruang publik dan kawasan permukiman merupakan ruang yang digunakan warga setiap hari.

Karena itu, penghargaan lingkungan perlu diikuti kebiasaan menjaga kebersihan secara konsisten. Jumsih menjadi salah satu sarana untuk membangun kesadaran dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.

Pada akhirnya, menjaga Ciamis tetap bersih membutuhkan kerja bersama. Pemerintah menyiapkan kebijakan dan fasilitas, sedangkan masyarakat berperan melalui kebiasaan menjaga, mengurangi dan memilah sampah sejak dari rumah. ( ES ).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments