lintaspasundan.com.BERITA.CIAMIS.- Masjidpreneur Muda menjadi langkah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Ciamis untuk menjadikan masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan pencetak wirausaha muda berbasis digital.
Program yang digagas Pengurus Cabang (PC) DMI Kecamatan Ciamis ini dikemas melalui pelatihan digital entrepreneurship dan affiliate marketing berbasis masjid. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (31 Oktober–1 November 2026), di Gedung Asrama Haji K.H. Umar An Nawawie Islamic Center Ciamis.
Sebanyak 85 peserta dari Kabupaten Ciamis dan sejumlah daerah lainnya mengikuti pelatihan tersebut. Mereka dibekali keterampilan kewirausahaan digital dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.
Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, Nanang Permana, mengapresiasi program tersebut. Menurutnya, masjid memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat pembinaan umat sekaligus penggerak aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Saya bangga dan mendukung kegiatan ini. Masjid harus bergerak ke wilayah sosial dan ekonomi sebagai wujud keberkahan dari ibadah. Potensi masjid di Kabupaten Ciamis sangat besar untuk menjadi pusat pembinaan umat,” ujarnya.
Nanang menilai, ribuan masjid di Kabupaten Ciamis dapat menjadi kekuatan dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat apabila dikelola secara produktif.
Namun, ia mengingatkan agar aktivitas ekonomi tidak menggeser fungsi utama masjid sebagai tempat memperkuat keimanan dan ketakwaan.
“Ekonomi itu bonus, bukan tujuan. Yang utama adalah meluruskan akidah dan tauhid. Jangan sampai keberhasilan ekonomi justru melahirkan penyakit hati seperti merasa paling berjasa atau menjadikan uang sebagai tujuan hidup,” tegasnya.
DMI Ciamis Dorong Lahirnya Wirausaha Muda
Ketua PD DMI Kabupaten Ciamis, Drs. H. Syarif Hidayat, mengatakan Masjidpreneur Muda merupakan langkah konkret untuk mewujudkan visi DMI, yakni memakmurkan dan dimakmurkan masjid.
Menurutnya, masjid sejak zaman Rasulullah SAW telah menjadi pusat berbagai aktivitas kehidupan umat. Karena itu, peran masjid perlu terus dikembangkan agar mampu menjawab tantangan zaman, termasuk perkembangan ekonomi digital.
“Melalui program ini, kami ingin melahirkan wirausaha baru berbasis masjid, membangun kemandirian ekonomi agar masjid tidak hanya bergantung pada infak, serta menghadirkan solusi pemberdayaan jamaah melalui ekonomi digital,” ungkap Syarif.
Ia menjelaskan, peserta tidak hanya mendapatkan materi digital entrepreneurship dan affiliate marketing, tetapi juga didorong untuk menghasilkan konten kreatif yang dapat mendukung dakwah, memperluas informasi kegiatan masjid, serta membuka peluang usaha.
Syarif berharap peserta dapat langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh sehingga pelatihan tersebut menghasilkan karya dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bangun Jejaring Entrepreneur Berbasis Masjid
Ketua PC DMI Kecamatan Ciamis, H. Nizar Muhammad Fasya, menjelaskan bahwa Masjidpreneur Muda dirancang sebagai ruang pembinaan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memiliki jiwa kewirausahaan.
Menurutnya, keikutsertaan peserta dari berbagai daerah menjadi peluang untuk membangun kolaborasi dan memperluas gerakan pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.
Baca Juga : Ribuan Peserta Serbu Jalan Santai INU Ciamis, Motor Diincar
“Kami ingin peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan niat untuk memanfaatkan peluang ekonomi digital melalui pembentukan tim kreatif yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujarnya.
Nizar berharap, Masjidpreneur Muda tidak berhenti sebagai pelatihan dua hari. Program tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya komunitas dan jejaring entrepreneur muda yang tumbuh dari lingkungan masjid.
“Dari masjid kita berkarya, dari masjid kita belajar, dan dari masjid pula kita membangun perekonomian umat,” pungkasnya. ( DN).
