BerandaBerita CiamisNapak Tilas Keilmuan Ang Icep Di Negri Bani Kinanah

Napak Tilas Keilmuan Ang Icep Di Negri Bani Kinanah

lintaspasundan.com.BERITA.CIAMIS.- Napak tilas keilmuan di Negeri Bani Kinanah, Mesir, menjadi pengingat kuatnya tradisi keilmuan Islam yang menghubungkan ulama lintas generasi. Pimpinan  Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Dr. KH. Fadlil Yani Ainusyamsi, M.Ag., atau Ang Icep, mengungkap ikatan keilmuan dengan Ustaz Abdul Somad (UAS), sesama alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Ang Icep menjelaskan, Negeri Bani Kinanah merupakan sebutan yang dikenal dalam tradisi sejarah dan sastra Islam untuk Mesir. Negeri ini memiliki peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan Islam, salah satunya melalui Universitas Al-Azhar yang menjadi tujuan penuntut ilmu dari berbagai negara, termasuk Indonesia.” Katanya. Jumat (30/10/2026).

Menurut Ang Icep, pengalaman belajar di Al-Azhar membentuk ikatan keilmuan yang melampaui perbedaan generasi. Para alumninya membawa tradisi pengkajian kitab klasik, pendalaman ilmu agama, serta semangat menyebarkan ilmu melalui pesantren, perguruan tinggi, dan kegiatan dakwah masyarakat.

Ang Icep dan UAS, Dua Generasi Alumni Al-Azhar

Ang Icep menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar pada 1985/1986 melalui beasiswa Pemerintah Republik Indonesia.Departemen Agama. Sementara itu, UAS menyelesaikan pendidikan sarjana di Al-Azhar pada 2001/2002 melalui jalur beasiswa Pemerintah Mesir.

Perbedaan masa pendidikan sekitar 16 tahun tersebut tidak menghalangi keduanya untuk terhubung dalam tradisi keilmuan Al-Azhar. Ang Icep mengakui keluasan ilmu UAS yang dinilainya alim dan mutabāhir fil ‘ulūm, yakni memiliki penguasaan mendalam dalam berbagai bidang ilmu agama.

Ang Icep juga menyoroti sikap Tawadlu UAS serta kemampuannya menghayati ilmu dalam menjelaskan beragam persoalan. Menurutnya, kedalaman ilmu dan kerendahan hati merupakan nilai penting yang perlu dijaga oleh setiap penuntut ilmu dan pendakwah.” Ujarnya.

Buku Madah Cinta Bagi Kanjeng Nabi Saw Jadi Kenangan

Kedekatan kedua alumni Al-Azhar itu juga terjalin melalui pertemuan di Ciamis. Saat bertandang ke daerah tersebut, UAS menerima buku karya Ang Icep berjudul Madah Cinta Bagi Kanjeng Nabi Saw.

Buku tersebut berisi ungkapan kerinduan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw melalui lantunan Qashidah al-Burdah, karya sastra religius yang dikenal luas dalam tradisi Islam.

Qashidah Burdah karya monumental dari Imam Syarafuddin al Bushiry seorang Ulama sufi pada abad ke-7 Hijriyah (atau abad ke-13 Masehi).

𝘽𝙖𝙘𝙖 𝙅𝙪𝙜𝙖 : Umrah di Tengah Konflik, Jemaah Korpri Ciamis di Madinah

: Ang Icep Dampingi 41 Jemaah Umrah KORPRI Ciamis

Bagi Ang Icep, pertemuan tersebut menjadi gambaran bahwa ikatan almamater bukan sekadar kesamaan tempat menimba ilmu. Lebih dari itu, hubungan antarlulusan Al-Azhar merupakan bagian dari kesinambungan tradisi keilmuan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Napak tilas di Negeri Bani Kinanah pun menghadirkan makna tersendiri: perbedaan zaman dan jalur beasiswa tidak menghapus kesamaan tujuan, yakni mendalami ilmu agama, menjaga tradisi keilmuan Islam, dan menyebarkan manfaatnya kepada masyarakat.” Pungkasnya.  (𝙀𝙯𝙚𝙣).

RELATED ARTICLES

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments