lintaspasundan.com.BERITA.CIAMIS.- Kekalahan PSGC Ciamis dari PSMS Medan dengan skor 1-2 membuat pelatih Heri Kiswanto mulai menyoroti komposisi pemain asing. Ia memberi sinyal akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan kekuatan Laskar Singacala pada pertandingan berikutnya.
PSGC Ciamis takluk dari PSMS Medan dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (31/10/2026). Hasil tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi tuan rumah yang tengah berupaya bangkit setelah melewati empat pertandingan sebelumnya dengan hasil kurang memuaskan.
Heri mengakui PSGC sebenarnya memiliki peluang untuk memaksimalkan keuntungan bermain di kandang sendiri. Namun, PSMS mampu tampil lebih tenang dan solid sehingga berhasil mencetak dua gol pada babak pertama.
“Ini kesempatan sebagai tuan rumah, jadi harus kita maksimalkan. Tetapi, PSMS juga harus saya apresiasi karena mereka cukup tenang dan tangguh. Akibatnya, pada babak pertama kita kemasukan dua gol,” ujar Heri seusai pertandingan.
Selain mengevaluasi permainan tim, Heri secara khusus menyoroti kualitas pemain asing PSMS Medan. Ia mengapresiasi penampilan Phillerson yang dinilai mampu menjadi ancaman serius bagi lini pertahanan PSGC.
Menurutnya, keberadaan pemain asing berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kekuatan tim. Berdasarkan pengamatannya selama delapan pertandingan bersama PSGC, sejumlah klub memiliki pemain asing yang sudah siap memberikan kontribusi maksimal.
Kondisi tersebut menjadi bahan pertimbangan bagi tim pelatih untuk mengevaluasi komposisi pemain asing PSGC agar lebih kompetitif dalam menghadapi sisa kompetisi.
“Faktor pemain asing itu sangat penting untuk setiap tim. Saya sudah delapan kali bermain dan melihat rata-rata pemain asing tim lain memang sudah siap. Kita juga membutuhkan pemain seperti itu, yang benar-benar siap,” ungkapnya.
Heri menegaskan, evaluasi akan dilakukan bersama jajaran tim pelatih, termasuk asisten pelatih Eka Ramdani. Pembenahan tidak hanya menyangkut komposisi pemain, tetapi juga peningkatan kualitas permainan secara keseluruhan.
Di tengah hasil kurang memuaskan tersebut, Heri meminta para pemain, terutama pemain muda, tidak larut dalam kekecewaan. Ia mengingatkan bahwa kompetisi masih menyisakan 19 pertandingan sehingga peluang PSGC untuk memperbaiki posisi klasemen tetap terbuka.
“Kita harus bangkit sambil melakukan evaluasi ke dalam. Saya juga terus memberikan motivasi kepada para pemain, terutama pemain muda, karena masih ada 19 pertandingan lagi,” tegasnya.
Sementara itu, pemain PSGC Ciamis, Athaya, mengakui seluruh pemain telah berusaha memberikan penampilan terbaik. Namun, kerja keras tersebut belum mampu membawa tim tuan rumah meraih poin.
Baca Juga : PSGC Tumbang 1-2 dari PSMS,Phillerson Jadi Mimpi Buruk Laskar Singacala
Ia menilai para pemain muda masih membutuhkan proses untuk meningkatkan kemampuan, khususnya dalam beradaptasi menghadapi tekanan pertandingan. Dukungan dan arahan dari pemain senior juga menjadi bekal penting bagi mereka untuk terus berkembang.
“Kami sudah berusaha maksimal sepanjang pertandingan, tetapi hasilnya belum maksimal. Ke depannya, kami akan bekerja lebih keras lagi agar bisa mendapatkan hasil yang lebih baik,” ujar Athaya.
Athaya berharap kekalahan dari PSMS Medan menjadi momentum bagi PSGC untuk berbenah. Ia bersama rekan-rekannya bertekad meningkatkan kerja keras dan mempersiapkan diri agar Laskar Singacala mampu meraih hasil lebih baik pada pertandingan selanjutnya. ( DN).
