BerandaBerita CiamisPSGC Tumbang 1-2 dari PSMS,Phillerson Jadi Mimpi Buruk Laskar Singacala

PSGC Tumbang 1-2 dari PSMS,Phillerson Jadi Mimpi Buruk Laskar Singacala

lintaspasundan.com.BERITA.CIAMIS.- PSGC Ciamis harus menelan kekalahan 1-2 dari PSMS Medan dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (31/10/2026). Dua gol Phillerson menjadi mimpi buruk bagi Laskar Singacala di hadapan ribuan pendukungnya.

Kekalahan PSGC Ciamis dari PSMS Medan terjadi setelah Phillerson memborong dua gol pada menit ke-23 dan penghujung babak pertama. Sementara itu, gol balasan tuan rumah dicetak Ezechiel Ndouassel melalui titik penalti pada masa tambahan waktu babak kedua.

Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung bermain terbuka dan saling melancarkan serangan. PSMS lebih dahulu mengancam melalui Phillerson pada menit ke-19. Namun, tendangannya berhasil diamankan penjaga gawang PSGC, Yofandani.

PSGC merespons dengan membangun serangan melalui Ezechiel, Ghani, Bonilla, dan Achmad Baasith. Sejumlah peluang tercipta, tetapi belum mampu menghasilkan gol.

PSMS justru berhasil membuka keunggulan pada menit ke-23. Phillerson melewati penjagaan Alvin sebelum melepaskan tendangan yang sempat membentur tiang dan masuk ke gawang PSGC. Skor berubah 0-1.

Tertinggal satu gol, PSGC meningkatkan tekanan. Bonilla beberapa kali mengirimkan umpan kepada Ezechiel. Peluang melalui tendangan bebas Ganjar pada menit ke-38 juga sempat mengancam, tetapi berhasil digagalkan penjaga gawang PSMS.

Petaka kembali menghampiri tuan rumah menjelang turun minum. Phillerson mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan umpan Raihan Utama. Tendangan dari luar kotak penalti meluncur ke sudut gawang tanpa mampu dijangkau Yofandani. PSMS unggul 2-0 hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, pelatih PSGC, Heri Kiswanto, melakukan tiga pergantian pemain. Yandi Sofyan, Raffa, dan Athaya masuk menggantikan Bonilla, Alvin, serta Ghani.

Pergantian tersebut membuat permainan PSGC lebih agresif. Pada menit ke-58, Yandi Sofyan mendapatkan peluang, tetapi tendangannya berhasil diblok pemain belakang PSMS.

Tekanan tuan rumah berlanjut. Akmal Juanda mencoba peruntungan pada menit ke-69, tetapi sepakannya masih melambung di atas mistar. Dua menit kemudian, Yandi kembali mengancam setelah menerima umpan Raffa. Namun, rapatnya pertahanan PSMS kembali menggagalkan peluang tersebut.

Drama VAR terjadi pada menit ke-78 setelah muncul dugaan handball pemain PSMS di dalam kotak penalti. Namun, setelah melakukan peninjauan, wasit memutuskan tidak ada pelanggaran.

PSGC terus berupaya memperkecil ketertinggalan. Pada menit ke-87, sundulan Ezechiel masih mampu diamankan penjaga gawang PSMS.

Memasuki masa tambahan waktu tujuh menit, PSGC kembali memperoleh peluang melalui Akmal Juanda. Menerima umpan pendek Ezechiel, tendangannya justru melebar setelah mengenai pemain PSMS.

Ketegangan meningkat ketika wasit kembali melakukan pemeriksaan VAR atas dugaan handball pemain PSMS di kotak penalti. Kali ini, hasil peninjauan memastikan PSGC mendapat hadiah penalti.

Bcaa Juga : DMI Ciamis Siapkan Masjid Jadi Inkubator Wirausaha Muda

Ezechiel Ndouassel yang dipercaya sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Tendangannya mengarah ke sisi kiri gawang, sementara penjaga gawang PSMS bergerak ke arah berlawanan.

Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-2. Namun, waktu yang tersisa tidak cukup bagi PSGC untuk menyamakan skor.

Hingga peluit panjang dibunyikan, keunggulan PSMS Medan tetap bertahan. Tim berjuluk Ayam Kinantan itu membawa pulang tiga poin dari Ciamis, sementara PSGC harus menerima kekalahan di hadapan 8.171 penonton yang memadati Stadion Galuh. ( DN).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments