BerandaBerita CiamisDari Hobi Rumah, Dua Atlet Ciamis Tembus Porprov 2026

Dari Hobi Rumah, Dua Atlet Ciamis Tembus Porprov 2026

lintaspasundan.com.BERITA.CIAMIS.- Perjalanan dua kakak beradik asal Kabupaten Ciamis, Jauza Hawwa Tsania Rahman dan Zahra Alivia Humaira Fauzia Rahman, menuju Porprov Jabar 2026 berawal dari kebiasaan sederhana di rumah.

Siapa sangka, keinginan orang tua mengurangi kebiasaan bermain HP justru mengantarkan keduanya menjadi atlet tenis meja yang kini siap membawa nama Kabupaten Ciamis di tingkat provinsi.

Jauza, 16 tahun, merupakan siswi kelas 10 MAN 1 Darussalam Ciamis. Sementara kakaknya, Zahra, 19 tahun, tengah menempuh pendidikan kuliah di Bandung.

Keduanya menjadi bagian dari kontingen Kabupaten Ciamis yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 di wilayah Bekasi, 7–20 November 2026.

Ditemui seusai pengukuhan dan pelepasan kontingen di Halaman Pendopo Ciamis, Senin (2/11/2026), keduanya mengaku terus mematangkan persiapan melalui latihan rutin, penguatan fisik dan mental, serta sparing.

“Kami rutin latihan setiap hari, mempersiapkan fisik dan mental, serta tidak lupa sparing. Targetnya bisa masuk lima besar,” ungkap Jauza dan Zahra.

Persiapan menuju Porprov bukan tanpa tantangan. Zahra harus membagi waktu antara perkuliahan di Bandung dan latihan di Ciamis. Ia bahkan rutin bolak-balik kedua daerah demi menjaga performa dan mengikuti sparing.

Sebelum tampil di Porprov, keduanya telah mengantongi pengalaman di sejumlah kejuaraan olahraga pelajar, termasuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda).

Dalam kompetisi tersebut, Jauza dan Zahra pernah menembus delapan besar Popda serta meraih peringkat ketiga Popwilda. Pengalaman itu menjadi bekal menghadapi persaingan di tingkat provinsi.

Keduanya berharap dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Ciamis. Mereka juga berpesan kepada atlet lainnya agar tetap disiplin berlatih, menjaga semangat, dan mempersiapkan mental.

“Untuk teman-teman atlet lainnya, tetap semangat, jangan lupa latihan dan berdoa. Mental juga harus dipersiapkan,” pesan mereka.

Berawal dari Keinginan Orang Tua Mengurangi Anak Bermain HP

Di balik perjalanan Jauza dan Zahra, ada peran besar kedua orang tua mereka, Budi Rahman dan Dian Fauzi Astuti. Keduanya bukan berasal dari latar belakang atlet, melainkan tenaga pendidik.

Budi mengungkapkan, awalnya ia hanya ingin mengarahkan anak-anaknya pada kegiatan positif agar tidak terlalu banyak menghabiskan waktu bermain HP.

“Awalnya kami mencari alternatif untuk mengalihkan energi anak-anak. Daripada terlalu banyak bermain HP, lebih baik diarahkan ke kegiatan positif. Kami berpikir bagaimana mereka bisa tumbuh dan mengembangkan potensinya,” kata Budi.

Dari berbagai aktivitas olahraga yang dicoba, tenis meja akhirnya menjadi pilihan yang paling diminati kedua putrinya.

Melihat antusiasme tersebut, Budi berinisiatif menyediakan fasilitas latihan di rumah. Bahkan, ia menyiapkan tiga meja tenis meja agar anak-anaknya bisa berlatih secara rutin.

Seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang dan sempat diikuti sekitar 20 orang. Ketertarikan Jauza dan Zahra juga mendapat dukungan dari lingkungan pendidikan serta Pesantren Darussalam.

Kebiasaan yang awalnya hanya untuk mengisi waktu luang itu perlahan membuahkan hasil. Keduanya mulai mengikuti berbagai kejuaraan hingga mampu menorehkan prestasi di Popda dan Popwilda.

Budi mengakui, menjaga konsistensi latihan bukan perkara mudah. Terlebih, Zahra kini harus menjalani perkuliahan di Bandung sehingga membutuhkan usaha ekstra untuk tetap berlatih bersama sang adik.

“Memang harus ada usaha ekstra. Termasuk menyiapkan waktu, biaya dan berbagai kebutuhan lainnya. Karena harus bolak-balik Bandung-Ciamis untuk mengejar latihan dan sparing,” tuturnya.

Menurut Budi, membangun motivasi atlet tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas latihan. Anak-anak juga perlu mendapatkan kesempatan mengikuti kompetisi agar mampu mengukur kemampuan dan memperbaiki kekurangan.

Baca Juga : Porprov Jabar 2026, Bupati Ciamis Bidik 10 Besar

Menghadapi Porprov Jabar 2026, ia berharap kedua putrinya dapat menjalani seluruh proses dengan sungguh-sungguh tanpa terbebani tuntutan hasil.

“Intinya berproses secara maksimal, mempersiapkan diri, berjuang, dan berusaha sekuat mungkin. Soal hasil, itu urusan takdir,” ujarnya.

Bagi keluarga Budi, perjalanan Jauza dan Zahra bukan sekadar tentang medali atau kemenangan. Lebih dari itu, ada proses panjang membangun kedisiplinan, kerja keras, dan kebiasaan positif melalui dukungan keluarga.

Dari tiga meja tenis meja di rumah, kini keduanya mendapat kesempatan membawa nama Kabupaten Ciamis di panggung olahraga Jawa Barat. ( DN).

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments